Arak Covid-19 Ramaikan Pasar Gotong-royong Krama Bali

0
5
Picsart 08 07 11.40.24
GOTONG-ROYONG - Pengurus DPC PDIP Klungkung menggelar pasar gotong royong krama Bali, Jumat (8/8/2020) pagi.

Semarapura, DenPost

DPC PDIP Klungkung ikut melaksanakan pasar gotong-royong krama Bali, Jumat (8/8/2020) pagi. Kegiatan yang digelar di halaman Sekretariat DPC PDIP ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan perekonomian akibat pandemi covid-19. Uniknya, dalam pasar gotong-royong ini tidak hanya menyuguhkan komoditi pangan, namun juga minuman tradisional
yang diberi nama Arak Covid-19.

Arak Covid-19 ini disambut antuasias pengunjung. Karena belum sejam disuguhkan, arak Covid-19 ini ludes dibeli pengunjung bersama komoditi pangan lainnya berupa sembako, sayur-mayur, daging ayam, pindang dan produk kerajinan yang dijual belasan pedagang ini. Apalagi warga percaya, arak tersebut tidak hanya dipakai untuk sanitizer, namun juga mencegah covid-19.

Baca juga :  Sulit Cari Pakan Ternak, Petani di Nusa Penida Ramai-ramai Jual Sapi

“Kami percaya kalau arak dapat dipakai untuk sanitizer dan menghilangkan covid-19. Tapi jangan diminum banyak, cukup satu sloki sehari,” kata perajin arak asal Desa Nyalian, Banjarangkan, Dewa Gede Setiawan.

Menurut Dewa Setiawan, dirinya terinspirasi membuat Arak Covid-19 karena pernyataan Gubernur yang menyatakan arak bisa menjadi obat covid-19. Jadi dirinya membuat beberapa varian minuman berbahan dasar arak dengan dicampur lemon, madu dan minuman bersoda.

“Untuk harga, arak yang murni yang 30 persen kami jual Rp 30 ribu dan arak yang telah dicampur Rp 35 ribu per botol,” katanya.

Baca juga :  Diduga Aniaya WIL, Seorang Kadus Dipolisikan

Sementara Ketua Panitia, AA Gede Utama Indra Prayoga, mengatakan tujuan pasar gotong royong krama Bali tersebut tidak lain menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 1536 Tahun 2020. Terrmasuk instruksi Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster tentang program Pasar Gotong Royong Krama Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempercepat pemulihan perekonomian rakyat, dari dampak pandemi covid-19 dengan memfasilitasi pemasaran produk pertanian, perternakan, perikanan, dan industri lokal masyarakat Bali.

Baca juga :  WNA Dalam Pengawasan Dirawat di RSUD Klungkung, Ini Kata Suwirta

“Para pedagang di pasar gotong royong ini merupakan warga terdampak pandemi covid-19. Mulai dari pekerja pariwisata yang dirumahkan, hingga petani dan pedagang yang sulit memasarkan produknya selama masa pandemi,” katanya.

Pihaknya pun masih terus mengevaluasi program ini. Melihat antusiasme masyarakat, pihaknya akan mengadakan Pasar Gotong Royong Krama Bali ini secara rutin dan berkelanjutan.

“Rencananya memang akan terus berkelanjutan. Tapi pelaksanaan pertama ini kami evaluasi dulu, untuk bisa menyempurnakan lagi program ini agar lebih tepat sasaran,” pungkas Indra Prayoga. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini