Pasar Gotong-royong Krama Bali Urai Keramaian Pasar Tradisional

0
12
Picsart 08 07 01.44.56
NELAYAN - Putu Agus Suradnyana saat membeli hasil nelayan lokal di Pasar Gotong-royong Krama Bali Jumat (7/8/2020) di Sekretariat PDI Perjuangan Buleleng.

Singaraja, DenPost

Selain membantu masyarakat yang terdampak pandemi covid-19, Pasar Gotong-royong Krama Bali juga ampuh mengurai keramaian pasar tradisional. Ini sekaligus memperkecil potensi penularan virus corona di pasar. “Pasar Gotong-royong Krama Bali ini bisa mengurai keramaian dan memutus penyebaran covid-19 di pasar tradisional. Selain itu, sebagai partai yang berpihak kepada marhaenisme yakni petani, peternak dan perajin, kita temukan penjual dan pembeli secara langsung,” ucap Ketua Panitia Pasar Gotong-royong Krama Bali Buleleng, Gede Supriatna, Jumat (7/8/2020) di Sekretariat PDI Perjuangan Buleleng.

Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng yang juga Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, mengatakan, bukan hanya partai yang didukung Fraksi yang menggelar Pasar Gotong-royong Krama Bali, namun Pemkab Buleleng juga menggelarnya setiap hari Jumat.

Baca juga :  Warga Kurang Mampu dan ODGJ Masih Ada di Kawasan Lovina

“Pemkab juga ada pasar gotong-royong untuk menyerap langsung hasil pertanian lokal sehingga perekonomian menggeliat. Tentu dengan tetap menjaga protokol kesehatan, jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan dengan sabun,” ucapnya. Dia pun akan lebih menajamkan hingga ke tingkat ranting karena banyak anggota di tingkat ranting menjadi petani, nelayan dan perajin.(118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini