Suiasa Panen Sayuran Hidroponik di BPP Abiansemal

0
6
Picsart 08 07 04.01.07
KETAHANAN PANGAN - Wakil Bupati Badung bersama anggota DPRD Badung IB Sunarta saat melaksanakan kegiatan monitoring ketahanan pangan di Desa Blahkiuh, Kamis (6/8/2020).

Mangupura, DenPost

Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, bersama anggota DPRD Badung, IB Sunarta, panen sayuran di Rumah Hidroponik Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Abiansemal di Desa Blahkiuh, Kamis (6/8/2020). Kegiatan dalam rangka monitoring ketahanan pangan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi; didampingi Wakapolres Kompol Ni Putu Utariani; Kadis Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana; Camat Abiansemal, IB. Mas Arimbawa; para pekaseh, penyuluh pertanian serta instansi terkait.

Dalam kesempatan yang sama Suiasa juga menyerahkan bibit cabai kepada Kelompok Wanita Tani (KWT).

Usai panen sayur, Suiasa menyatakan bahwa Pemkab Badung berkomitmen mengembangkan pertanian hidroponik sebagai upaya meningkatkan urban farming. “Ini sebagai upaya meningkatkan dampak ekonomis sampingan, karena tidak butuh modal dan lahan begitu banyak,” jelasnya.

Baca juga :  Bupati Mulai Salurkan Bantuan JPS

Dengan pengembangan pertanian hidroponik, Suiasa ingin mendorong generasi muda terjun ke pertanian, khususnya pertanian organik. Dengan begitu generasi muda pikirannya tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, namun mulai melirik sektor pertanian. “Ini konsepnya ramah lingkungan, pertanian, ekonomis, juga pariwisata kita berdayakan. Jadi generasi muda kita akan dorong untuk terjun ke pertanian. Tindak lanjutnya nanti komunitas pemuda akan kami ajak ke tempat seperti ini, sehingga mereka tidak hanya mengandalkan teori, dan dapat berinteraksi langsung dengan petani,” terangnya.

Baca juga :  Hindari Bias Penanganan Corona, Wabup Suiasa Sosialisasikan Kebijakan Pemkab Badung

Pada kesempatan tersebut Suiasa juga mendengarkan berbagai aspirasi dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Dari segi PPL sendiri masih kekurangan tenaga antara karena rasio jumlah PPL yang masih 25, sedangkan jumlah subak ada 122 termasuk subak yeh dan subak abian. “Hal ini merupakan masukan yang luar biasa sebagai referensi dasar berpikir yang lebih objektif dan lebih riil sehingga kami bisa berpikir kebijakan apa yang lebih sesuai dengan harapan mereka,” kata Suiasa.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan I Wayan Wijana melaporkan, sampai saat ini Pemkab Badung melalui jajaran pertanian bersama seluruh lapisan masyarakat masih mampu mempertahankan ketahanan pangan.

Baca juga :  Pembangunan SMPN 5 Abiansemal Tak Kunjung Dibangun, Komisi IV DPRD Badung Lakukan Ini

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka para penyuluh perlu untuk semakin mengembangkan wawasan mereka melalui pendidikan dan pelatihan sementara jumlah penyuluh pertanian tiap tahun semakin berkurang karena ada yang pensiun dan sebagainya. “Hingga saat ini jumlah penyuluh hanya tersisa 25 orang. Idealnya masing-masing desa minimal ada 1 orang tenaga penyuluh, oleh karena itu kami siasati saat ini 1 orang penyuluh diberikan tugas 3 sampai 4 desa. Sesuai dengan fungsinya BPP merupakan tempat berkumpulnya para penyuluh dan juga merupakan tempat edukasi. Harapan kami untuk peremajaan para penyuluh, kami mengharapkan kepada BKD agar mengusulkan formasi untuk pengadaan penyuluh,” harapnya. (115)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini