Sang Gede Sukawiyasa Jabat Kepala BNN Kota Denpasar

0
11
Picsart 08 08 04.53.38
PELANTIKAN - Suasana pelantikan Kepala BNN Kota Denpasar dan Kepala BNN Kabupaten Gianyar, Jumat (7/8/2020).

Dauh Puri, DenPost

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Brigjen. Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, Jumat (7/8/2020) melantik Kepala BNN Kota Denpasar dan BNN Kabupaten Gianyar Bertempat, di Kantor BNN Provinsi Bali. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini dihadiri kabag umum, para kabid serta KA BNN kabupaten/kota se- Bali.

Pejabat yang dilantik adalah AKBP Sang Gede Sukawiyasa, yang sebelumnya Kepala BNN Kabupaten Gianyar menjadi Kepala BNN Kota Denpasar, serta I Gusti Agung Alit Adynana yang sebelumnya Kepala Bidang Rehabilitasi BNNP Bali menjadi Kepala BNN Kabupaten Gianyar.

Baca juga :  Soal "Kota Hantu", Koster Sebut Bali Tak Terganggu

Kepada para pejabat yang baru ditekankan agar senantiasa memegang sumpah jabatan yang telah diucapkan dengan penuh tanggung jawab, integritas serta mampu berbaur dengan lingkungan. Di samping itu pula, para pejabat yang baru didorong agar segera mengenali persoalan yang dihadapi, dan mampu mengambil langkah inovatif dalam melaksanakan P4GN di lingkungan kerja masing-masing khususnya di era Covid seperti ini.

“Laksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, laksanakan protap sesuai panduan, bekerja dengan baik dan benar. Karena benar belum berarti baik, dan baik belum berarti benar. Perkuat jajaran dan majukan BNN Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar dan harus mampu merangkul segala pemangku kepentingan,” ungkap Kepala BNNP Bali.

Baca juga :  Jaga Ekosistem Lingkungan, DPKP Denpasar Tebar Ini

Ditemui seusai dilantik, Kepala BNN Kota Denpasar, Sang Gede Sukawiyasa berharap dukungan dan sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan di wilayah Kota Denpasar. Menurutnya pemberantasan narkoba tidak hanya tanggung jawab beberapa instansi saja, tapi perlu penanganan bersama baik pemerintah maupun masyarakat.

Menurutnya, menghadapi perang melawan bandar narkoba diperlukan langkah strategis, pertama melakukan pencegahan dengan sosialisasi bahaya dan dampak buruk narkoba kepada masyarakat. “Kalau masyarakat sadar para pengedar juga berpikir untuk menjual narkoba di Bali. Kedua dalam penanganan harus betul-betul represif, dengan memberikan hukuman berat kepada para pengedar narkoba,” tuturnya. (wir)

Baca juga :  Tingkatkan Produktivitas Pekerja, DTKSK Denpasar Sosialisasikan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini