Perbup Buleleng Soal Prokes Masih Dikonsultasikan Dengan Kejari

0
4
Picsart 08 09 07.05.32
Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa.

Singaraja, Denpost

Draf awal Peraturan Bupati (Perbup) Buleleng mengenai peningkatan disiplin dan penegakan hukum penerapan protokol kesehatan (Prokes) saat ini sudah selesai disusun. Namun, draf awal tersebut masih dikonsultasikan dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng.

Hal tersebut, diungkapkan Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, yang juga selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, saat memberikan keterangan pers secara virtual bersama awak media terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, Minggu (9/8/2020).

Baca juga :  Lalai Jalankan SOP, Dewan Desak Cabut Izin Peternakan PT. ABS

Gede Suyasa, menjelaskan setelah rapat GTPP Covid-19, 6 Agustus 2020, draf awal sudah mulai disusun. Saat ini, draf awal tersebut sudah selesai disusun dan masih dikonsultasikan dengan Kejari Buleleng. Konsultasi dengan Kejari ini terkait dengan isi perbup yang akan memberikan sanksi terhadap pelanggar ataupun masyarakat yang tidak menerapkan prokes. “Selama ini, tidak ada sanksi di setiap imbauan pemerintah. Maka ada saja pertanyaan dari masyarakat. Apa sanksinya kalau tidak mengikuti imbauan atau surat edaran,” jelasnya.

Baca juga :  Harga Tanah Tak Sesuai, Warga Enggan Tanda Tangan

Oleh karena itu, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020, setiap peraturan kepala daerah harus ada sanksinya. Penetapan sanksi harus dikonsultasikan juga dengan Kejari Buleleng. Perbup ini akan mengatur lebih dalam lagi secara yuridis terkait penerapan prokes pencegahan Covid-19. Termasuk didalamnya siapa yang mengambil tanggung jawab menerapkan sanksi yang tercantum dalam perbup.

Selain itu, bentuk-bentuk sanksinya juga akan diatur dalam perbup tersebut. “Kalau berbentuk material berapa besarannya dan administratif apa bentuknya. Apakah perseorangan atau badan usaha. Ini yang sedang dirampungkan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya penerapan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Gede Suyasa. (118)

Baca juga :  Bupati Agus Suradnyana Sebut PDP di Buleleng Bertambah

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini