Kestabilan Perekonomian Pengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada 2020

0
7
Kestabilan Perekonomian Pengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada 2020

Dauh Puri Kauh, DenPost

Kestabilan perekonomian di Kota Denpasar memengaruhi gairah partisipasi masyarakat menggunakan hak pilih dalam Pilwali 2020, Desember mendatang. Hal ini menjadi tantangan Pemerintah Kota Denpasar, KPU dan masyarakat.

Pandangan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya. Ditemui Minggu (9/8/2020), pada saat perekonomian melambat akibat pandemi covid-19 ini, masyarakat akan fokus kepada solusi memenuhi kebutuhan pokok.

“Saat pandemi ini, masyarakat mengutamakan kesehatan dan keselamatan diri. Yang paling berpengaruh adalah masalah ekonomi. Kalau sudah ekonomi, soal isi perut, mereka akan fokus ke situ,” ungkap pejabat yang gemar berolahraga ini.

Baca juga :  Dewan Desak Pemkot Fokuskan Anggaran untuk Tangani Covid-19

Dengan kondisi itu, kata dia, dibutuhkan komitmen untuk disiplin menerapkan protokol, agar perekonomian dapat kembali bergairah. Seiring membaiknya perekonomian, maka dia optimis partisipasi masyarakat memilih akan optimal.

Faktor lain yang menggairahkan partisipasi dalam Pilkada adalah sosialisasi yang masif dan intensif. Pria yang disapa De Gadjah ini mengaku ikut mengampanyekan tahapan Pilwali, salah satunya pencocokan dan penelitian data pemilih.

Sosialisasi secara tidak langsung itu dia lakukan di sosial media, dengan harapan masyarakat menyadari bahwa Pilwali penting untuk kemajuan pengelolaan Kota Denpasar, maka menurutnya partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan.

Baca juga :  Putus Penyebaran Corona, Kendaraan Dinas Polresta Denpasar Difogging

“Ya walaupun pada saat Pilkada 2020 tidak ada kampanye, tapi kan ada media sosial dan media massa,” terangnya. Saat ini, kata dia, masyarakat masih menunggu sosok calon walikota dan calon wakil walikota dipublikasikan.

Pada saatnya nanti calon sudah muncul, dia yakin Pilwali 2020 akan bergairah. “Ketika calonnya muncul, baru masyarakat akan sadar bahwa harus memilih. Karena kita membutuhkan pemimpin yang bagus untuk Kota Denpasar,” bebernya.

Baca juga :  Cegah Pelanggaran, Dishub Denpasar Jaga Ketat Jalan Ini

Sebagai masyarakat Kota Denpasar, dia optimis partisipasi masyarakat untuk memilih akan melebihi 50 persen. Sebab, saat calon muncul, para konstiuen akan mendukung. Termasuk masyarakat umum yang ingin Denpasar lebih baik. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini