Warga Denpasar Soroti Reklame Bodong

0
9
Warga Denpasar Soroti Reklame Bodong

Ubung, DenPost

Sejumlah warga Kota Denpasar menyoroti reklame bodong alias tanpa izin marak berdiri di perempatan jalan sehingga merugikan pendapatan daerah dari pajak reklame.
Salah seorang warga Ubung, Wayan Supika, Senin (10/08/2020) mengatakan, reklame minuman ukuran 2 meter x 3 meter dipasang di trotoar perempatan Jl. Mahendradata (Jl. Cargo) – Jl. Gatot Subroto Barat. Reklame itu diduga tanoa izin. Bahkan, ada LED TV dua sisi ukuran 4 meter x 6 meter dipasang di halaman Bank BNI juga diduga tidak mengantongi izin.

Sesuai aturan yang ada, pemasangan reklame atau LED TV harus sesuai zonasi atau titik yang telah ditentukan, seperti di perempatan jalan. ”Saya harapkan instansi terkait khususnya Satpol PP mengambil tindakan tegas terhadap reklame tanpa izin. Jangan sampai wabah virus corona ini dipakai alasan memasang reklame atau LED TV sembarang tempat,’’ kata Supika.

Baca juga :  Sembilan WNA Terdeteksi Kontak Erat Dengan Penderita Corona

Hal senada disampaikan warga lainnya, Gede Sudiatmika. Menurutnya, pemasangan reklame dan LED TV yang dilakukan pengusaha harus sesuai titik yang ada dan jangan memanfaatkan wabah virus corona ini untuk melanggar aturan yang ada. ”Saya harap Dinas Permukiman, Perumahan dan Pertanahan yang mengeluarkan rekomendasi untuk mendirikan LED TV atau reklame harus kroscek ke lapangan. Jangan sampai apa yang diberikan tidak sesuai dengan izin yang dikeluarkan,’’ ucap Sudiatmika.

Baca juga :  Pedagang Bumbu dan Tukang Suwun di Denpasar Terpapar Covid-19

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, menjelaskan, Pemerintah Kota Denpasar telah mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 3 tahun 2014 tentang penataan (zonasi) reklame besar maupun LED TV. Perda tersebut telah mengatur titik atau zona penempatan reklame dan LED TV tidak boleh dipasang di trotoar, telajakan taman maupun fasilitas umum.

Pemerintah, katanya, telah menyiapkan ruang untuk pemasangan reklame besar dan LED TV. Namun masih ada pengusaha coba-coba memasang sembarang tempat sehingga melanggar aturan yang ada. ”Penertiban reklame sudah kita lakukan, namun pembongkaran reklame besar perlu biaya. Kalau pembongkaran LED TV bekerja sama dengan pihak ketiga karena alat dan peralatan yang dipakai harus memadai,’’ kata Anom Sayoga.

Baca juga :  Ruang Laundry Inna Bali Beach Terbakar

Anom Sayoga mengaku, reklame kecil sudah diteribkan, tapi pembongkaran reklame dan LED TV ukuran besar harus ada teknisi khusus sehingga Satpol PP tidak bisa langsung membongkar. ”Kalau ada reklame dan LED TV dipasang tidak sesuai zonasi kita tertibkan. Biasanya ada anggaran untuk membongkar reklame besar dan LED TV tanpa izin. Karena sekarang anggaran terbatas, kita tunda sementara melakukan pembongkaran reklame dan LED TV bodong ukuran besar,’’ jelas Anom Sayoga. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini