Keluarga Pasien Tolak Pemakaman Sesuai Protokol Covid, RSUD Lakukan Ini

0
8
Picsart 08 10 03.56.54
BERUNDING - Keluarga Pasien Suspek Covid-19 saat diajak berunding bersama pihak RSUD Karangasem.

Amlapura, DenPost

Aksi penolakan pemakaman pasien meninggal dengan suspek covid-19 dengan protokol covid-19 kembali terjadi di Karangasem. Setelah sebelumnya terjadi di dua desa yang berujung lonjakan pasien covid-19, kali ini keluarga pasien suspek covid-19 asal Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem sempat melakukan penolakan. Kendati akhirnya mengambil jalan tengah.

Dihimpun dari informasi di lapangan, pasien meninggal suspek covid-19 adalah seorang lansia laki-laki dengan usia 70 tahun. Keluarga Pasien, Wayan Budiasa menuturkan, pasien dirujuk ke RSUD Karangasem Pada Minggu (9/8/2020) lalu. Masih di rawat di ruang IGD RSUD Karangasem, pasien telah meninggal dunia. Pihak keluarga merasa kaget, sebab pasien yang memang memiliki penyakit sesak nafas divonis suspek covid-19.

Baca juga :  Urai Kerumunan di Pasar, Pemkab Karangasem Rancang Ini

Padahal pasien dikatakan tak pernah keluar rumah dan hanya berinteraksi dengan keluarga inti. “Kami yakin pasien tidak covid-19,” ungkap keluarga. Ditambah banten upakara sudah siap. “Kami rencana melakukan prosesi pembakaran,” ungkapnya.

Tak ingin kecolongan lagi, Direktur RSUD Karangasem, I Wayan Suardana, tetap mempertahankan pasien suspek meninggal dimakamkan secara protokol covid-19. “Dari hasil laboratorium seperti hasil rotgen paru, ciri-ciri pasien meninggal mengarah ke covid-19. Namun belum sempat kami lakukan swab, pasien sudah meninggal,” terangnya.

Baca juga :  Lagi, Satu PMI Asal Karangasem Positif Covid-19

Pihaknya menuturkan, apa yang dilakukan pihak RSUD Karangasem, adalah demi kebaikan bersama. “Sebelumnya dua kasus seperti ini sempat terjadi. Kami saat itu pasrah. Kami berikan pada pihak keluarga. Nyatanya hasil yang keluar positif, dan ada keluarga yang tertular,” imbuhnya lagi.

Hal tersebut yang membuat pihak RSUD terus berunding pada pihak keluarga. “Kami menjalankan ini ada landasan Undang-undang di mana pasien yang suspek, propable dan positif covid-19 dimakamkan dengan protokol covid-19,” paparnya.

Baca juga :  Meski Warga Ber-KTP NTB Boleh Nyeberang, Padang Bai Tetap Sepi

Diskusi yang alot, akhirnya kedua pihak menemukan kesepakatan. Keluarga menerima pasien meninggal diperlakukan dengan protokol covid-19. Sementara itu, pihak RSUD pun memberikan kesempatan pihak keluarga untuk menyaksikan prosesi pemandian jenasah. Bahkan pihak RSUD menyediakan APD untuk keluarga. “Kami tidak pernah melarang pelaksanaan upakara secara Hindu. Sebab, setelah protokol covid-19 dilaksanakan, pihak keluarga bisa melaksanakan upakara secara Hindu, asalkan tidak membuka jenazahnya. Bahkan kami di RSUD Karangasem mengizinkan pihak keluarga menyaksikan dan ikut prosesi pemandian jenazah dengan APD dan protokol covid-19,” pungkas Suardana. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini