DSB Umumkan Sepuluh Karya Terbaik Lomba Cipta Puisi Guru

0
6
Picsart 08 10 06.48.02
PUISI GURU - Bunda Putri, saat bersama para juri lomba Cipta Puisi Guru se- Indonesia.

Sumerta Klod, DenPost

Mengisi kegiatan literasi di tengah pandemi Covid-19, Dermaga Seni Buleleng (DSB) menggelar kompetisi dengan mengundang para guru se-Indonesia, mengikuti Lomba Cipta Puisi Guru se-Indonesia (LCPGI) Tahun 2020.

Lomba itu bertajuk “Suara Hati Guru di Masa Pandemi Covid-19”, dengan total hadiah mencapai Rp30 Juta. Demikian diungkap Ketua Dermaga Seni Buleleng, Gede Artawan, dalam pengumuman pemenang di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur (10/8/2020). Kegiatan ini juga dihadiri donatur sekaligus inisiator LCPGI, Putu Putri Suastini Koster.

“Guru adalah salah satu ujung tombak dalam upaya menggerakkan literasi, khususnya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sebagai salah satu penggerak, guru tentu memiliki kemampuan literasi, di antaranya adalah literasi baca dan tulis,” ungkapnya.

Baca juga :  Geng Motor Lempari Mobil di Padanggalak, Satu Keluarga Nyaris Celaka

Artawan mengatakan, ada beberapa persyaratan dalam LCPGI Tahun 2020. Pertama, lomba ini dilaksanakan khusus untuk para guru Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih aktif mengajar untuk semua mata pelajaran se-Indonesia. Itu dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah yang bersangkutan.

Artawan mewakili seluruh panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bunda Putri, yang telah memotivasi dengan menyediakan segala keperluan untuk terlaksananya LCPGI Tahun 2020 ini. Bahkan, menurut Artawan, hadiah pemenang dan fasilitas untuk Dewan Juri, serta pembiayaan lainnya terkait pelaksanaan LCPGI ini pun ditanggung istri Gubernur Bali itu.

Penilaian dewan juri antara lain kesesuaian isi puisi dengan tema dan teknik penulisan puisi. Dewan Juri menetapkan 10 puisi terbaik dan 90 puisi nominasi. Semua puisi tersebut, akan diterbitkan dalam sebuah buku antologi puisi.

Baca juga :  Pegawai Tambang asal Australia Dipastikan Tewas Bukan Akibat Corona

Hadiah untuk guru yang puisinya masuk katagori 10 puisi terbaik, yakni uang tunai masing-masing Rp3 juta, piagam penghargaan yang ditandatangani Gubernur Bali, dan buku antologi puisi. Untuk guru yang puisinya masuk katagori 90 puisi nominasi akan mendapatkan piagam penghargaan yang ditandatangani Gubernur Bali dan buku antologi puisi.

Ke-10 puisi terbaik hasil penilaian juri yang dilaksanakan di Inna Grand Bali Beach Sanur dari, 8 sampai 10 Agustus 2020, yakni “Ayah Pergi Mengajar Lagi” karya I Putu Agus Phebi Rosadi (SMAN 2 Mendoyo), “Belajar Virtual” karya Ujang Nurochmat (SMP Negeri 280 Jakarta), “Cerita Obed” dan Patrisius Karya Mezra E.Pellondou (SMA Negeri 1 Kupang), “Cerita Putri Kecil” oleh BH. Riyanto (SMA Negeri 1 Padamawu, Jawa Timur), “Dalam Jaringan” oleh Rizki Lesmana Hidayat (SMP Negeri 4 Cileungsi, Jawa Barat), “Dalam Penangkaran Musim” oleh Made Edy Arudi (SMPN 2 Sukasada), “Limbasari dan Hari-hari Korona?” oleh Mufti Wibowo (SMP Muhammadyah 1 Purwokerto, Jawa Tengah), “Masihkah Tubuhmu Menyimpan Api” oleh Ida Ayu Wayan Sugiantari (SDN 1 Selumbung).

Baca juga :  Distan Cek Daging Babi di Seluruh Pasar di Denpasar

“Pelajaran Menggambar Pelangi” oleh Ni Putu Devy Gita Augustina (SD Bali Kiddy), dan “Upacara Tolak Bala” oleh GM. Sukawidana (SMPN 1 Denpasar).

Salah satu peserta terbaik, yakni Made Edy Arudi (SMPN 2 Singaraja) mengapresiasi kegiatan ini. Kata dia, lomba puisi guru nasional ini harus diapresiasi karena telah memberikan ruang berkreativitas bagi para guru di Indonesia. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini