Di Bangli, Anggaran Penanganan Covid Baru Terealisasi Rp2,2 Miliar

0
5
Picsart 08 10 06.48.35
RAKER DPRD - Rapat kerja Komisi II DPRD Bangli, dengan Dinsos Bangli, Senin (10/8/2020).

Bangli, DenPost

Memasuki era tatanan kehidupan baru, penyebaran Covid-19 di Bangli masih belum surut. Penularannya kini bukan lagi dari kalangan pekerja Migran Indonesia (PMI), namun lebih banyak pada transmisi lokal. Anggaran pun terporsir lebih banyak disedot untuk penanganan pandemi tersebut.

Tercatat penyaluran anggaran untuk penanganan Covid-19 di Bangli, khususnya dari Dinas Sosial (Dinsos) saat ini baru terealisasi Rp2,2 miliar. Hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi II DPRD Bangli, dengan Dinsos Bangli, Senin (10/8/2020).

Raker dipimpin Ketua Komisi II, I Ketut Mastrem, didampingi Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles. Sementara dari Dinas Sosial dihadiri Kadisos I Wayan Karmawan, bersama sejumlah kabidnya.

Baca juga :  Awasi Siswa Berkeliaran, Disdikpora Bangli Kerahkan Satpol PP

Dalam kesempatan tersebut, Karmawan mengungkapkan dalam menyalurkan bantuan pihaknya telah mengacu atas ketentuan yang berlaku. Di mana, untuk bantuan paket sembako kepada ODP, PDP dan warga yang menjalani karantina berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Disampaikan juga, sejauh ini pihaknya lebih banyak menjalankan program dari pusat.

Terkait dengan realisasi penggunaan anggaran, kata Karmawan, dari plafon anggaran yang dikelola sebesar Rp5 miliar lebih untuk logistik yang telah direalisasikan sebesar Rp2,2 miliar lebih. Tahap awal, anggaran direalisasikan untuk bantuan logistik yang disalurkan kepada ODP dan PDP. Selanjutnya, kepada warga yang menjalani karantina, setelah ada rekomendasi Diskes dengan realisasi anggaran Rp665 juta.

Baca juga :  Peringati Hari Jadi ke-72 Polwan, ‘’Srikandi’’ Polres Bangli Gelar Syukuran Virtual

Berikutnya, logistik untuk PMI awalnya disiapkan anggaran Rp1,094 miliar. Sebab, awalnya PMI akan ditempatkan di SKB dan RSJ. Namun kenyataannya ditempatkan di Klinik Banjar Petak hanya beberapa hari saja, setelah itu ditempatkan di Denpasar, sehingga hanya bisa terealisasi untuk konsumsi sekitar Rp8 juta. “Tahap pertama kami sudah mengembalikan sisa anggaran sebesar Rp1,3 miliar kepada BKPAD,” jelasnya.

Selain itu, untuk pengembalian tahap II, pihaknya juga mengaku telah menyiapkan pengembalian anggaran sebesar Rp828 juta. Sisanya masih ada sekitar sebesar Rp570 juta akan dikelola dan diproses lebih lanjut untuk pengadaan logistik. Mengingat, stok logistik masih 40 paket sedangkan permintaan masih begitu banyak.

Baca juga :  Jelang Idul Fitri 1441 H, Ketua MUI Bangli Audiensi ke Kapolres

Sementara Ketua Komisi II DPRD Bangli I Ketut Mastrem, menyebutkan sejauh ini pihaknya mengaku masih banyak mendapat keluhan dari masyarakat akan amburadulnya data yang berhak menerima bantuan di masyarakat. Kondisi ini, diakui terjadi secara nasional. Karena itu, diharapkan ke depan data yang disajikan oleh Dinas Sosial supaya benar-benar valid.

“Secara pribadi saya punya prinsip dalam menangani Covid-19, berapapun anggaran yang diperlukan tidak masalah untuk menanganinya dan untuk masyarakat. Namun untuk good goverment jangan sampai anggaran ini dipolitisasi. Jangan mencari ketenaran politik di atas penderitaan orang lain. Dalam penyaluran bantuan tersebut, jangan sampai ada embel-embel lain,” ujarnya. (128)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini