Cabuli Pasien, Dukun Abal-abal Dipolisikan

0
7
Picsart 08 10 08.22.06
DUKUN CABUL - Tersangka dukun cabul Popo, saat diamankan polisi.

Singaraja, Denpost

Nekat cabuli pasiennya berkedok pengobatan, Ketut Fery Martana alias Popo (28) alamat Banjar Dinas Palbesi Desa/Kecamatan Gerokgak terpaksa berurusan dengan pihak berwajib. Dia dilaporkan orang tua pasien, seorang mahasiswi yang sedang berobat ke rumahnya.

Pelaku yang dilaporkan dalam kasus penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul ini ditangkap Tim Opsnal Polsek Seririt berdasarkan laporan Ketut Mardana (50) beralamat Kecamatan Seririt. “Pelaku dikenal korban sebagai dukun ini, dilaporkan dengan tuduhan melakukan penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul,” ungkap Kapolres Buleleng, AKBP I Made Sinar Subawa, Senin (10/8/2020), di Mapolres Buleleng.

Baca juga :  Terminal Mengwi dan Tempat Wisata Disemprot Disinfektan

Didampingi Kapolsek Seririt, Kompol Gede Juli, Kapolres Sinar Subawa memaparkan, kasus dugaan penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul ini terungkap, Selasa (4/8/2020), saat terduga pelaku melakukan pengobatan terhadap PDA (21), putri dari pelapor.

“Saat diobati, PDA yang kuliah di Denpasar ini mulai curiga karena selain mencium pipi juga mencium payudara. Mendapat perlakuan tak senonoh, PDA langsung menepis tangan terduga pelaku dan mengadukan perbuatan terduga pelaku kepada orangtuanya,” jelasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Opsnal Polsek Seririt langsung melakukan upaya penyelidikan dan menangkap terduga pelaku di rumahnya. “Saat penangkapan, selain terduga pelaku, tim Opsnal Polsek Seririt juga mengamankan sejumlah barang bukti sebilah keris dan satu buah batu warna merah yang bisa menyala dalam air, sarana yang biasa dipakai dalam pengobatan,” terangnya.

Baca juga :  Ringankan Beban Ekonomi Akibat Covid -19, Wanita Tani Giri Mas Budidayakan Ini

Pelaku juga mengakui sempat menerima dana sebesar Rp3.310.000 dari korban sebagai biaya pengobatan. ”Terduga pelaku ini, dipersangkakan telah melakukan tindak pidana penipuan, penggelapan dan perbuatan cabul sebagaimana dimaksud pasal 378, 372 dan 290 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” tegasnya.

Pelaku, Ketut Fery Martana alias Popo (28), mengakui perbuatannya lantaran butuh uang untuk berfoya-foya dengan pacar yang merupakan tetangga korban. Setelah dipercaya bisa melakukan pengobatan, pelaku mengaku tertarik pada pasien PDA. “Saya menyukai dia,” akunya.

Baca juga :  TRANSMISI LOKAL, ANCAMAN BARU PENULARAN CORONA

Dengan mengatakan PDA sakit, tersangka sempat melakukan pengobatan selama enam hari di Denpasar. Sampai akhirnya, ketahuan segala upayanya merupakan tipu daya untuk dapat mendekati PDA. “Sebenarnya saya tidak bisa apa-apa, semua saya lakukan untuk bisa mendekati dia,” tandasnya. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini