Soal Subsidi Gaji, BP Jamsostek Minta Pegawai Aktif Laporkan Rekening

0
8
Picsart 08 11 04.15.30
Kepala BP Jamsostek Cabang Bali - Denpasar, Mohamad Irfan

Sumerta Klod, DenPost

BP Jamsostek dipercaya oleh pemerintah pusat menjadi kanal pendataan pekerja, serangkaian kebijakan Pemerintah Pusat terkait pemberian subsidi gaji. Besaran subsidinya Rp 1,2 juta untuk setiap dua bulan.

Sejak dua hari terakhir, BP Jamsostek telah melakukan pendataan. Kepala BP Jamsostek Cabang Bali – Denpasar, Mohamad Irfan, mengatakan, jumlah pekerja yang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek Cabang Bali – Denpasar sebanyak 142 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, 67 ribu jiwa telah melaporkan nomor rekening.

Baca juga :  Deteksi Penumpang Viking Sun, RSBM Gunakan Alat Ini

“Kami mendorong agar pekerja proaktif melaporkan nomor rekening kepada kantor, sehingga dapat segera disetorkan ke kami,” ungkapnya saat diawancarai, Selasa (11/8/2020) di ruang kerjanya. Dia berupaya optimal agar data segera terkumpul hingga tenggat 14 Agustus.

Setelah data terkumpul, kata dia, maka akan disetor kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk dilakukan pemeriksaan berlapis dan bermuara di Kementerian Keuangan, sehingga dapat segera didistribusikan.

Mengenai syarat dan kriteria penerima subsidi gaji ini, dia enggan menjawab banyak. Salah satunya, diukur dari nominal gaji pekerja, yakni di bawah Rp 5 juta. Ketentuan lain, kata dia, akan diatur oleh pemerintah pusat, sebab BP Jamsostek sebagai penyedia data pekerja.

Baca juga :  Senin, Bus Teman Kita Diluncurkan di Denpasar

Peserta BP Jamsostek yang didata adalah peserta aktif yang tergolong Penerima Upah (PU) atau dikenal pekerja formal. Terkait pekerja yang mengalami pemotongan gaji akibat pandemi, hal itu bergantung laporan gaji dari pemberi kerja kepada BP Jamsostek. Berapapun yang dilaporkan, maka data itu yang dijadikan acuan.

“Pastikan nomor rekening dan nama pekerja sudah benar. Sebab uang akan dikirim langsung ke rekening pekerja. Jangan sampai, saat ditranfer, diretur kembali,” ungkapnya.
Dia menambahkan, dana subsidi gaji itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kepada pemberi kerja, dia mengingatkan agar menghindari kemungkinan pelanggaran unsur pidana. (106)

Baca juga :  Mohon Keseimbangan Alam, Suwirta Tempuh Jalan Niskala

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini