Komisi II DPRD Klungkung Sorot Basement Puskesmas Banjarangkan II

0
8
Picsart 08 11 04.43.40
SIDAK - Komisi II DPRD Klungkung turun melakukan sidak ke proyek Puskesmas Banjarangkan II di Dusun Losan, Desa Takmung, Banjarangkan, Selasa (11/8/2020).

Semarapura, DenPost

Pembangunan UPTD Puskesmas Banjarangkan II di Dusun Losan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung terus dikebut. Untuk tahun 2020 ini dilanjutkan dengan membangun tembok penyengker.  Proyek inipun mendapat perhatian Komisi II DPRD Klungkung. Dipimpin Wayan Misna, Komisi II DPRD Klungkung terjun ke lokasi untuk meninjau pengerjaan tembok penyengker yang menelan anggaran sekitar Rp 205 Juta tersebut, Selasa (11/8/2020).

Namun setiba di lokasi, rombongan Komisi II DPRD yang terdiri dari Ketua Komisi, Wayan Misna, Gde Artison Andarawata, AA Sayang Suparta, Wayan Buda Parwata, dan Made Ari Paryadnya ini justru dikejutkan dengan kondisi basement. Karena kondisi basement di Puskesmas Banjarangkan II dinilai rawan banjir, diperparah dengan akses jalan yang membahayakan.

Baca juga :  Pasien Covid-19 di RSUD Klungkung Sembuh 100 Persen

Ketua Komisi II DPRD Klungkung, Wayan Misna menyampaikan, tujuan utama rombongan Komisi II DPRD mulanya hendak meninjau kelanjutan proyek yang didanai melalui APBD tahun anggaran 2020. Yakni berupa pengerjaan tembok penyengker. Sepanjang peninjauan, Wayan Misna dan anggota lainnya tidak mendapati adanya permasalahan yang serius dalam proyek tersebut.

Kondisi yang berbeda justru ditemukan saat Komisi II DPRD melanjutkan untuk peninjau hasil bangunan yang dikerjakan pada tahun anggaran 2019. Tepatnya pada bagian basement. Misna mengkritik, perencanaan pembangunan basement tersebut kurang matang. Kondisinya dinilai sangat rawan kebanjiran. Walaupun ada gorong-gorong, namun karena posisinya berada di jalan menurun, gorong-gorong tersebut diyakini tidak akan berfungsi dengan baik. Apalagi kapasitasnya dirasa kecil sehingga jika terjadi hujan deras, air dipastikan akan langsung menerobos dan menggenang di basment.

Baca juga :  Pulang Kerja, Istri Temukan Suami Gantung Diri

“Jelas masuk airnya kalau hujan. Walaupun di bawah ada gorong-gorong tapi kapasitasnya kecil, keburu air masuk ke basement,” ungkapnya.

Tak hanya itu, akses jalan menuju basement juga dinilai sangat pendek dan menikung tajam. Diperparah dengan tanjakan yang cukup curam. Menurut Misna, jangankan dilalui oleh sepeda motor atau mobil, sekadar berjalan kaki saja akan sangat sulit melintas di medan tersebut. “Kondisi basment parah, karena di samping jalannya pendek, tanjakan dan ada tikungan tajam. Susah digunakan itu. Arsiteknya seperti tidak mengerti, perencanaannya tidak matang. Jagankan bawa sepeda motor atau mobil, jalan kaki saja rasanya susah,” katanya.

Baca juga :  Kontak dengan Pedagang Positif Corona, Ratusan Orang Tes Cepat di Terminal Galiran

Melihat kondisi tersebut, Misna berencana secepatnya memanggil jajaran Dinas Pekerjaan Umum. Pihaknya akan berkoordinasi agar pengerjaan proyek tersebut dapat dievaluasi. “Nanti kita akan duduk bersama dengan Dinas PU, bagaimana caranya agar bisa difungsikan. Nanti juga akan dievaluasi,” imbuhnya. (c/119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini