Konservasi Lontar di Jembrana Berlanjut

0
3
Picsart 08 11 04.51.32
KONSERVASI LONTAR - Konservasi lontar yang dilaksanakan di Gumbrih, Pekutatan, Selasa (11/8/2020).

Negara, DenPost

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jembrana bersama Penyuluh Bahasa Bali (PBB) Kabupaten Jembrana, kembali turun melanjutkan konservasi dan digitalisasi lontar setelah pemberlakuan tatanan kehidupan Bali era baru (new normal).
Konservasi dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Konservasi yang dilaksanakan Selasa (11/8/2020), di Banjar Tunjung, Desa Gumrih, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.
Konservasi yang dilaksanakan di rumah Ketut Reneng dihadiri Perbekel Desa Gumbrih.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jembrana, Ida Ayu Made Dharma Yanti, mengatakan, program konservasi lontar itu adalah upaya menjaga sekaligus menyelamatkan warisan leluhur. Program konservasi dan digitalisasi lontar bekerjasama dengan PBB Jembrana ini, telah berjalan sejak 2017 lalu, yang diawali pendataan mulai tahun 2016.

Baca juga :  Buruh Angkut Tewas Tertimpa Buah Kelapa

Koordinator PBB, I Putu Wahyu Wirayuda, mengatakan, saat ini masih banyak lontar yang masih tersimpan. Itu yang perlu diselamatkan, agar tidak rusak. “Lontar yang asli juga akan digitalisasikan, supaya nantinya, anak cucu tetap dapat belajar dan mengetahui apa saja yang ada di dalam lontar leluhur-leluhur kita,” kata Wahyu.

Dengan bekerja sama pihaknya tetap ingin melestarikan naskah kuno (Lontar) yang ada di Kabupaten Jembrana sehingga berguna nantinya untuk generasi muda Jembrana.
Sesuai catatan PBB Kabupaten Jembrana, sejak 2017 hingga 2019, sudah ada 451 cakep lontar yang dikonservasi di 5 kecamatan se-Jembrana.

Baca juga :  RSU Negara Mulai Sepi, Tim Medis di Puskesmas Diminta Lakukan Ini

Sementara tahun 2020 ini yang telah dikonservasi, di Tegalcangkring 65 cakep, Dangintukadaya 2 cakep, Baluk 5 cakep dan Gumbrih 7 cakep. “Jadi tahun 2020 baru dimulai setelah new normal. Jadi baru sedikit. Rencana kami akan lanjutkan lagi karena banyak permintaan masyarakat untuk lontarnya dirawat,” kata Wahyu.
Kebanyakan lontar di Kabupaten Jembrana ini adalah lontar yang berisi tentang jenis kawisesan (kesaktian) dan usada (lontar pengobatan).
(120)

Baca juga :  Hasil Swab Negatif, PDP Jembrana Meninggal Dunia

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini