Enam Nakes RSUD Klungkung Terpapar Covid-19

0
11
Enam Nakes RSUD Klungkung Terpapar Covid-19
TANGANI PASIEN - Penanganan pasien covid-19 di ruang isolasi RSUD Klungkung. Kini enam nakes di RSUD Klungkung yang terpapar covid-19 dirawat sementara di ruang VIP karena ruang isolasi penuh. DenPost/ist

Semarapura, DenPost
Setelah di Gianyar, enam tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Klungkung juga terpapar covid-19 (virus corona). Mereka dirawat sementara di ruang VIP karena ruang isolasi untuk pasien covid-19 penuh. Sedangkan salah satu ruang isolasi di basement (lantai dasar) RS setempat belum bisa difungsikan karena bocor.

Dirut RSUD Klungkung dr.Nyoman Kesuma, Selasa (11/8/2020) mengatakan bahwa memang benar enam nakes terjangkit covid-19. Mereka berstatus orang tanpa gejala (OTG) sehingga untuk sementara ini dirawat di ruang VIP. “Mereka ingin cepat sembuh. Kalau dirawat di rumah, maka tidak ada yang memperhatikan makan dan obat mereka,” tegasnya.

Selama masa renovasi, pasien dirawat di ruang Kedondong dan Jambu. Sayang, kapasitas kedua ruangan itu penuh. Selain itu, sekarang di ICU covid-19 RSUD Klungkung dirawat empat pasien. Menurut Kesuma, keempatnya dipindah di ICU karena kondisinya yang memerlukan perawatan intensif. Mereka tidak semuanya punya penyakit penyerta. Bahkan masih berusia di kisaran 40 tahun sampai 50 tahun, tapi kondisinya memburuk murni karena covid-19. Hal ini diyakini terjadi karena pasien baru berobat setelah gejala-gejala covid-19 parah. “Pasien yang dirawat di ICU kondisi berat dan kritis. Ada yang murni karena covid saja, ada juga yang covid plus akibat sakit bawaan. Yang kritis karena covid-19 saja usianya 40 tahun sampai 50 tahunan. Kemungkinan saat mereka baru merasakan gejala diobatasi sendiri. Setelah sesak napas, barulah ke RS,” tegasnya.

Baca juga :  Langgar Prokes, Warga Dihukum Jalan Jongkok

Seluruh pasien di ICU membutuhkan perawatan intensif. Seperti monitoring tanda-tanda vitalnya, oksigen tidak boleh stop, bahkan kalau gagal napas harus dipasangi ventilator.
Untuk di Kota Denpasar, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, Selasa kemarin, mencatat 10 pasien baru covid-19 yang berasal dari enam wilayah desa/kelurahan. Sedangkan pasien sembuh tercatat 11.

Jubir GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, mengatakan keenam desa/kelurahan yang melapor penambahan kasus covid-19 yakni Desa Peguyangan Kaja (tiga kasus), disusul Kelurahan Pedungan dan Kelurahan Dauh Puri (masing-masing dua kasus), dan empat desa/kelurahan lainnya mencatat masing-masing satu kasus. Sementara itu, untuk jumlah pasien sembuh di Kota Denpasar hingga kini menjadi 1.302 (91,17 persen), 14 orang meninggal dunia (0,98 persen), dan 112 orang (7,84 persen) masih dirawat. Secara kumulatif, kasus positif tercatat 1.428.

Baca juga :  Diberikan Setahun Sekali, Bantuan untuk ODGJ di Klungkung Dievaluasi

Di tempat terpisah, GTPP Tabanan juga mencatat lima penambahan kasus covid-19 akibat transmisi lokal. Sayang, tidak ada penambahan pasien sembuh.

Jubir GTPP Covid-19 Tabanan, I Putu Dian Setiawan, mengatakan lima pasien baru tersebut masing-masing dua dari Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, serta satu orang masing-masing Desa Antosari, Kecamatan Selemadeg Barat; Banjar Anyar, Kecamatan Kediri; dan Desa Bangli, Kecamatan Baturiti. Mereka diarahkan menjalani karantina di sejumlah rumah sakit rujukan di Tabanan maupun di Denpasar. Hingga Selasa akumulasi positif covid-19 di Tabanan sebanyak 161 orang, sembuh 125 orang, meninggal dua orang, dan 34 masih dalam perawatan.

Penambahan kasus covid-19 di Buleleng juga cukup banyak. Pada Selasa kemarin, tercatat 12 kasus baru covid-19. Dengan demikian, total kasus di Bali Utara sekarang sebanyak 212. Anggota Humas GTPP Covid-19 Buleleng I Ketut Suweca mengatakan tambahan kasus baru itu tersebar di empat kecamatan. Rinciannya, seorang pasien asal Sukasada, empat asal Sawan, enam asal Kecamatan Buleleng, dan seorang asal Tejakula.
Pria yang juga Kadis Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfosanti) ini menyebut bahwa tiga pasien sembuh. Semuanya asal Kecamatan Buleleng, dan sudah diizinkan pulang. Dengan tambahan itu, GTPP mencatat sebanyak 146 pasien sembuh. Sedangkan, 64 pasien masih dirawat di Buleleng.

Baca juga :  Kakak Beradik di Tulang Nyuh Meninggal Akibat Lever

Kasus positif covid-19 untuk seluruh Bali totalnya bertambah 45. Hal ini meningkat daripada sedangkan yakni 38 kasus. Dikutip dari data GTPP Covid-19 Provinsi Bali, kumulatif kasusnya mencapai 3.862. Dari jumlah itu sebanyak 3.356 orang (86,9 persen) sembuh. Tak ada dilaporkan pasien meninggal dunia. Jumlah kematian tetap 49 (1,27 persen). (eka/wia/robin)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini