Kabupatennya Zona Merah Tertinggi di Indonesia, Ini Kata Mas Sumatri

0
35
Picsart 08 12 03.52.30
Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri

Amlapura, DenPost

Satuan Gugus Tugas Nasional pada Selasa (11/8/2020) menetapkan Kabupaten Karangasem ada di peringkat satu dari 13 kabupaten/ kota yang masuk dalam zona merah covid-19. Terkait kondisi ini, Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, angkat bicara. Ditemui Rabu (12/8/2020), ia menuturkan ada beberapa indikator penilaian yang menjadikan Karangasem berada di posisi tertinggi.

“Dari epidemiologi yaitu lonjakan kasus, kedua dari Surveilans Kesehatan Masyarakat, pelayanan kesehatan dan sumber dari covid-19,” ungkap Mas Sumatri. Dari data akhir Juni hingga 2 Agustus, lanjutnya, memang Kabupaten Karangasem sempat mengalami lonjakan kasus, sebanyak 28 penambahan angka positif dalam sehari. “Namun setelah itu, sejak tanggal 6 hingga hari ini justru kasus sudah landai. Dan cenderung angka kesembuhan lebih tinggi dari penambahan positif. Jadi penilaian itu adalah berdasarkan kasus 2 Agustus kemarin. Masyarakat tidak perlu khawatir, ” ungkap Mas Sumatri.

Baca juga :  Ribuan ASN Belum Terima TPP, DPRD Karangasem Bingung

Kendati demikian, pihaknya tetap mengambil beberapa kebijakan strategis dalam upaya memperketat kembali langkah-langkah dalam menutus rantai penyebaran covid-19. “Salah satunya dengan menurunkan Inpres nomor 6 tahun 2020 menjadi Peraturan Bupati,” ungkap Sumatri. Lewat Perbub ini, pemerintah daerah dapat melakukan ketegasan penerapan protokol kesehatan pada masyarakat.

Tak hanya itu, lewat penetapan Perbub, pemkab dapat menerapkan sanksi bagi masyarakat yang tak patuh pada protokol kesehatan. “Jadi ada sanksi nantinya bagi warga yang melanggar. Mulai dari teguran, lisan, tulisan, administratif hingga sanksi paling berat adalah tidak diberi pelayanan publik,” tuturnya.

Baca juga :  Ternyata, Begini Cara Puluhan Buruh Kupas Bawang Lolos Pemeriksaan di Pelabuhan Padang Bai

Mengenai kapan penerapan Perbub akan dimulai, dia mengisyaratkan akan segera disahkan. “Tinggal melakukan penyempurnaan di beberapa bagian, sehingga dapat segera diterapkan. Akhir-akhir ini kepatuhan masyarakat mengikuti protokol kesehatan sedikit menurun. Dengan ketegasan ini, semoga dapat optimal memutus rantai penyebaran Covid-19,” harapnya.

Hingga saat ini, tercatat dalam 5 minggu terakhir terjadi penambahan 103 kasus terkonfirmasi covid-19. Tak hanya itu, angka kematian dalam 5 minggu terakhir juga tercatat tinggi, di mana 19 warga meninggal dengan status probable dan 8 orang dengan status terkonfirmasi. “Angka total kasus covid-19 adalah 278 kasus. Itu ada di posisi nomor 6 di Bali. Jadi masyarakat tidak perlu panik dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (yun)

Baca juga :  Ketua DPRD Klungkung Minta Warga Tidak Panik

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini