10 Perawat Puskesmas Ditarik ke RSUD Klungkung, Ini Penyebabnya

0
3
Picsart 08 12 04.32.48
Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma

Semarapura, DenPost

Jumlah pasien covid-19 yang dirawat di RSUD Klungkung terus bertambah. Kondisi ini membuat pihak RSUD Klungkung mulai kewalahan melakukan penanganan. Utamanya untuk pasien di ruang ICU Covid-19 yang membutuhkan perawatan intensif. Apalagi ada enam tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar covid-19 sehingga membuat RSUD Klungkung harus mendatangkan bantuan. Yakni dengan menarik tenaga kesehatan  yang sebelumnya bertugas di puskesmas.

Kondisi ini tidak ditampik Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma. Menurut dr. Kesuma, saat ini ada empat pasien covid-19 yang dirawat di ICU. Kondisi keempat pasien tersebut berat dan kritis sehingga memerlukan perawatan intensif. Hal ini tentu membuat RSUD Klungkung memerlukan tenaga tambahan, utamanya perawat. Apalagi tenaga perawat ini harus terus berada di dalam dan bersama-sama dengan pasien. Dengan demikian, agar tidak kelelahan, satu kali shift yang terdiri enam orang perawat ini hanya bertugas selama 3 jam di dalam ruang ICU.

Baca juga :  Mahasiswa Tewas Tabrak Truk Parkir

“Normalnya, jika di ruang ICU biasa semestinya bertugas selama enam jam. Tapi di ICU covid-19 itu kan mereka harus bersama-sama dengan pasien dan selalu di dalam dengan APD lengkap. Jadi hanya mampu bertahan tiga jam di dalam agar tidak kelelahan,” ungkap dr. Kesuma, Rabu (12/8/2020).

Menurut dr. Kesuma, dengan shift perawat yang berganti setiap 3 jam, maka idealnya ada 18 orang perawat untuk ICU Covid-19. Sedangkan kini jumlah perawat ICU Covid-19 yang dimiliki RSUD Klungkung hanya 12 orang, sehingga perlu adanya tambahan tenaga. Apalagi jika ditambah dengan satu tim perawat jaga malam, maka idealnya harus ada 22 orang perawat khusus ICU Covid-19.

Baca juga :  Langgar Aturan, Proyek Pabrik Garam di Kusamba Distop

“Kalau dokter tidak perlu. Karena kita tugaskan semua dokter di UGD sejumlah 13 orang. Ditambah dokter spesialis penyakit dalam 2 orang, spesialis paru 1 orang, radiologi 1, dan patologi klinik 1 orang,” jelasnya.

Untuk mengatasi kekurangan tenaga perawat tersebut, dr. Kesuma mengatakan sudah berkoordinasi dengan instansi terkait sehingga saat ini RSUD Klungkung akan mendapat bantuan tenaga 10 orang perawat. Tambahan tenaga perawat ini dibantu dari luskesmas.

Baca juga :  Omed-omedan di Banjar Kaja Sesetan Tetap Digelar

“Saya sudah menghadap Bupati terkait kekurangan tenaga di ruang ICU Covid-19. Dan, pak Bupati sudah setuju RSUD dibantu tenaga perawat sebanyak 10 dari puskesmas,” imbuhnya.

Sementara terkait kondisi pasien covid-19 di ruang ICU, dr Kesuma mengatakan keempatnya perlu perawatan  intensif karena memiliki sakit berat dan kritis. Apalagi tidak semuanya memiliki penyakit penyerta. Bahkan masih berusia di kisaran 40-50 tahun, tapi kondisinya memburuk murni karena covid-19. Hal ini diyakini terjadi karena pasien baru berobat setelah gejala-gejala covid-19 yang dialami sudah parah. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini