Berstatus Tersangka, Jerinx SID Huni Sel Polda Bali

0
16
Berstatus Tersangka, Jerinx SID Huni Sel Polda Bali
DIDAMPINGI ISTRI - Tersangka I Gede Ari Astina alias Jerinx didampingi sang istri, Nora Alexsandra, digiring menuju ruang pemeriksaan sebelum dijebloskan ke sel Polda Bali. (DenPost/ist)

Kereneng, DenPost
Usai dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Dit.Reskrimsus Polda Bali, drumer grup band Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx SID akhirnya menyandang status tersangka. Saat itu juga pelantun lagu “Lady Rose” ini dijebloskan ke sel Rumah Tahanan (Rutan) Polda Bali.

Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho, Rabu (12/8/2020), mengungkapkan Jerink SID ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang dilaporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. “Dia sudah kami tahan,” tegasnya.

Menurut Kus Nugroso, berdasarkan dua alat bukti yang cukup, Jerinx SID memang bisa ditetapkan menjadi tersangka. “Postingannya memenuhi unsur pidana. Terhitung hari ini (Rabu kemarin), kami lakukan penahanan,” tegasnya.
Sebelum menetapkan Jerinx sebagai tersangka, sambung Kombes Yuliar, Polda Bali telah memintai keterangan sejumlah ahli seperti ahli bahasa. Keterangan ahli itu turut membenarkan jika tulisan Jerinx dalam postingannya memang memenuhi unsur pidana. “Dia ditahan di Rutan Polda Bali. Deliknya UU ITE tentang pencemaran nama baik dan ujaran kebencian,” tegasnya.

Baca juga :  Wagub Bali Ajak Perbankan Sasar Para Seniman

Sebelum ditahan, suami dari Nora Alexsandra ini, kepada wartawan mengatakan tidak punya niat menyakiti perasaan IDI mengenai tulisan yang diunggah di akun media sosial (medsos)-nya yang menyebutkan IDI adalah kacung WHO. “Apa yang saya lakukan murni kritikan, klarifikasi permintaan maaf saya itu sebagai bentuk empati. Jadi untuk menegaskan kawan-kawan di IDI. Tidak ada maksud saya menyerang atau kebencian personal pada IDI. Tolong jangan ditanggapi dengan perasaan,” bebernya saat itu.

Baca juga :  Strategis, Peran SMSI Dalam Pilkada 2020

Mengenai motifnya menulis kata ‘’kacung’’ terhadap IDI, pria berambut model mohak itu eggan menjawab. “Nanti setelah penyidikan ya. Semua yang saya tulis merupakan bentuk kritik dan mewakili masyarakat” ujar Jerinx, sambil memperlihatkan baju kaos yang dipakainya bertuliskan ‘’Indonesia Tolak Rapid’’.

Menurut Jerinx pula, upaya damai menjadi prioritas. Sedangkan hukum pidana merupakan jalan terakhir. “Saya mengkritik untuk kepentingan umum, bukan kepentingan personal, IDI mungkin merasa terhina maka harus dipertemukan bisa dengan diskusi terbuka dan diskusi tertutup,” bebernya. (yan)

Baca juga :  Gubernur Minta Bupati/Walikota Jalankan Protokol Ketat

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini