Soal Oknum PPDP Badung Dijoki Kaling, Ini Kata Lidartawan

0
4
Picsart 08 12 06.01.39
Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan

Sumerta Klod, DenPost

Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Mengwi merekomendasi penindakan dugaan pelanggaran administrasi oleh oknum Petugas Pemuktahiran Data Pemilih di Kelurahan Lukluk. Dugaan tersebut karena oknum PPDB itu dijoki oleh ayahnya untuk melakukan pencocokan dan penelitian data pemilih.

Hal tersebut sangat disayangkan Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan. Ditemui Kamis (12/8/2020) di Kantor KPU Provinsi Bali, menurutnya dugaan tersebut dapat diketahui sejak awal penugasan sebagai PPDP. “Seharusnya dari awal dicek oleh PKD (Pengawas Kelurahan/ Desa),” ungkapnya.

Baca juga :  Lima Parpol Sepakat Bangun Paslon Tandingan PDI Perjuangan

Sebab menurutnya, potensi pelanggaran sejenis itu bisa diprediksi sejak awal oleh PKD, berkoordinasi dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS). Sedangkan informasi yang diterimanya, PPS menyebutkan tidak ada koordinasi terkait hal tersebut.

Dia menjelaskan, apabila dapat diketahui sejak awal, maka dapat dilakukan penggantian atas pelanggaran itu. Sementara, tahapan coklit akan berakhir 13 Agustus, sehingga tidak bisa dilakukan penggantian.

“Saya sudah sering sampaikan, teman-teman Bawaslu agar menyatu dengan PPDP, sehingga kalau ini di awal, pasti diganti. Itu sudah dibuktikan, yang tidak mau rapid saja diganti. Apalagi yang malas,” serunya.

Baca juga :  6 Unit Vila di Pecatu Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

Ketua KPU Kabupaten Badung, Wayan Semara Cipta, yang ditemui pada saat yang sama menjelaskan, dia memahami bahwa inisiatif tersebut bertujuan ikut menyukseskan tahapan coklit. Sebab pihak yang menggantikan oknum PPDP itu juga mengatahui data pemilih.

“Bapaknya sebagai kaling, membantu anaknya yang jadi PPPD. Secara prinsip, ini karena kaling bertanggung jawab, karena dia pegang data,” ungkap pejabat yang akrab disapa Kayun itu.

Baca juga :  Tahapan Pilkada Segera Dimulai, Bawaslu Belum Terima Kiriman APD

Dia menambahkan, temuan serupa juga terjadi di Kecamatan Mengwi dan Kecamatan Kuta Selatan. Dia menyebutkan, temuan ini akan menjadi bahan evaluasi terhadap tahapan-tahapan dalam Pilkada 2020. Kejadian itu, kata dia, telah dilakukan tahapan coklit ulang. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini