Jelang HUT Kemerdekaan RI, Ini Pesan Mas Sumatri

0
6
Picsart 08 14 03.41.12
Gusti Ayu Mas Sumatri bersama I Wayan Artha Dipa

Amlapura, DenPost

Menjelang HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, didampingi Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, mengajak seluruh masyarakat Karangasem untuk menggugah rasa nasionalisme. Bupati perempuan pertama di Bumi Lahar tersebut meminta agar segenap warga mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing.

Mas Sumatri mengatakan, peringatan Hari Kemerdekaan yang kali ini bertema “Indonesia Maju”, dilakukan dengan sederhana dan secara virtual. Pasalnya, saat ini Indonesia tengah menghadapi pandemi covid-19. “Pada tanggal 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB selama 3 menit segenap masyarakat wajib menghentikan aktivitasnya sejenak, berdiri tegap saat pengibaraan bendera sang merah putih diiringi lagu Indonesai raya secara serentak di berbagai lokasi,” terangnya.

Baca juga :  Pepaya Calina di Waliang, Abang, Rambah Hotel dan Restoran

Mengingat HUT RI tahun ini masih diselimuti pandemi covid-19, Mas Sumatri menganjurkan warga agar tidak menggelar beraneka lomba yang memicu kerumunan massa. “Suasana HUT RI ke-75 tahun ini memang paling berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita harus mampu beradaptasi, tanpa mengurangi esensi kemerdekaan,” katanya.

Rasa nasionalisme, menurutnya, tidak harus diungkapkan dengan kegiatan seremonial, apalagi selama masa pandemi ini. Yang terpenting, ia mengajak seluruh warga Karangasem memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai profesi masing-masing.

Baca juga :  Terkait Kasus Pencurian Emas, Ternyata Jadi ART Cuma Modus

“Kalau jadi petani, jadilah petani yang baik. Kalau jadi dokter jadilah dokter yang baik, kalau jadi pegawai negeri, berikan yang terbaik pada masyarakat. Begitu seterusnya. Berikanlah yang terbaik untuk negeri sesuai profesi masing-masing. Itulah cara kita menghargai jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan,” pesannya.

Mas Sumatri juga mengingatkan, meskipun RI telah merdeka sejak 75 tahun silam, namun penjajah selalu mengintai di sekitar masyarakat yakni kemiskinan, kebodohan, penyalahgunaan narkoba serta dampak negatif teknologi.

Baca juga :  Di Karangasem, 2 Pasien Meninggal Akibat Covid-19

Keempat “penjajah” itulah yang harus ditumpas oleh segenap anak Bangsa agar kemerdekaan RI berbanding lurus dengan kualitas generasinya. Selaku bupati yang hampir lima tahun memimpin Karangasem, ia mengaku telah menerapkan berbagai program untuk memerangi penjajahan model baru tersebut.

Misalnya program pemberantasan buta aksara, kemiskinan dan sosialisasi bahaya narkoba secara masif ke pelosok-pelosok desa. Tak lupa ia berpesan kepada warga Karangasem untuk berpartisipasi menggunakan hak pilih saat Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang, karena menggunakan hak pilih dengan baik juga bagian dari rasa nasionalisme. (c/yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini