Klungkung Usulkan Tenun Cepuk Hingga Mejaga-jaga Jadi WBTB

0
6
Picsart 08 14 04.41.33
TRADISI - Tradisi mejaga-jaga yang dilaksanakan warga Besang Kawan Tohjiwa, Kelurahan Semarapura Kaja, Klungkung.

Semarapura, DenPost

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Klungkung melindungi warisan seni dan budaya dari ancaman kepunahan. Kali ini, melalui Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga, Pemkab Klungkung tahun 2020 kembali melakukan invetarisir dan mengusulkan empat  warisan seni dan budaya menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Keempat warisan yang diusulkan yakni Barong Nongnongkling, situs Majaga-jaga, kerajinan tenun cepuk, serta tradisi Dewa Masraman.

Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Semarajaya Klungkung, IB Wibawa Adnyana ketika dimintai konfirmasi mengakui kalau pihaknya di Dinas Kebudayaan telah melakukan persiapan inventarisasi dan pengumpulan data tentang keempat usulan WBTB tersebut.

Keempat warisan yang diusulkan ini dikatakan telah dibahas Plt Disbudpora, Luh Ketut Ari Citrawati bersama  tim ahli kajian Warisan Budaya Tak Benda Universitas Udayana yang di pimpin Prof. Dr. Anak Agung Bagus Wirawan. Pwmbahasan itu juga dihadiri oleh anggota tim dari penulis, Kamis (13/8/2020).

Baca juga :  Dua Proyek Pendukung Pariwisata di Klungkung Ditunda

Agar dapat ditetapkan sebagai WBTB, kajian yang dilakukan harus memenuhi sejumlah pesyaratan. Di antaranya, merupakan tradisi turun temurun dari tiga generasi, ada dokumentasi berupa video dan foto, serta ada narasi yang menjelaskan secara detail isi dari ritual. Di samping itu dilengkapi pula dengan wawancara dari panglingsir dan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Kemudian hal yang tak kalah penting adalah ada generasi penerusnya atau tidak.

Baca juga :  Tangani 79 Kasus, RSUD Klungkung Nihil Pasien Covid-19

Kasubag Tata Usaha UPTD Museum Semarajaya Klungkung, IB Wibawa Adnyana, menyampaikan, tahun ini Disbudpora akan mengusulkan empat kajian sebagai WBTB. Meliputi, situs Mejaga jaga di Desa Adat Besang Tohjiwa, Besang Kawan; Tenun Cepuk di Desa Tanglad, Nusa Penida; Barong Nongnongkling dari Desa Aan serta Dewa Masraman di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan.

“Kenapa kita usulkan empat karena masing-masing kecamatan kita ambil satu-satu. Terdiri atas tiga kategori, yakni situs, kesenian, dan teknologi tradisional,” ujar IB Wibawa, Jumat (14/8/2020)

Apabila keempat kajian tersebut berhasil ditetapkan sebagai WBTB maka Disbudpora bisa memiliki pedoman untuk melakukan pelestarian maupun pembinaan. “Hal ini kita lakukan untuk pelestarian agar tidak punah dan juga memberi penghargaan. Karena semua potensi budaya harus kita tata sebagai pedoman dalam pembinaan. Contohnya, tenun cepuk, nanti selain kita bina, bisa juga dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata dan bisa dimanfaatkan untuk pakaian juga,” jelasnya.

Baca juga :  Koster Ingatkan Kesakralan Nusa Penida

Lebih lanjut disampaikan, sesuai catatan Disbudpora, sejak tahun 2010-2019 potensi budaya yang sudah terdata sebagai WBTB Kabupaten Klungkung baru satu. Yakni Tari Baris Jangkang di Kecamatan Nusa Penida. “Kalau Serombotan rencananya juga mau diusulkan tapi melalui Provinsi dan dipastikan tetap berasal dari Klungkung,” imbuhnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini