Pasar Gotong Royong Krama Bali, Tak Sampai Rugikan Tradisional

0
4
Pasar Gotong Royong Krama Bali, Tak Sampai Rugikan Tradisional
PILIH SONGKET - Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bunda Putri dan Cok Ace asyik memilih kain songket di Pasar Gotong Royong Krama Bali, Jumat (14/8) kemarin. (DenPost/wiradana)

Pasar Gotong Royong Krama Bali memasuki pelaksanaan kedua pada Jumat (14/8/2020). Terobosan ini dipastikan berlanjut setelah Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Surat Edaran (SE) No.15036. Kendati demikian, program ini dinilai tidak sampai merugikan pasar tradisional.

KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak agar para pedagang pasar tradisional tidak khawatir jika pasar gotong royong akan mengurangi penjualan. “Nggak (tidak merugikan pasar tradisional), wong cuman hari Jumat kok,” ungkapnya saat mengunjungi pasar gotong royong di depan Kantor Gubernur Bali, Renon.

Menurutnya, pasokan produk ke pasar tradisional sudah penuh. Maka untuk meluaskan media pemasaran produk petani, Pasar Gotong Royong Krama Bali yang menjadi alternatif. Justru, menurut Putri Koster, program ini berdampak positif bagi para petani.

Baca juga :  Sidak SMA, Kadisdikpora Temukan Fakta Ini

Selain itu, pasar gotong royong sekaligus memecah kerumunan masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional. Dengan demikian, potensi penularan covid-19 dapat ditekan secara perlahan. “Para pegawai berbelanja untuk Sabtu dan Minggu sudah di sini (pasar gotong royong),” terang istri Gubernur Bali yang akrab disapa Bunda Putri ini.

Khususnya bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Provinsi Bali, diwajibkan menyisihkan 10 persen gaji untuk berbelanja di pasar gotong royong. Bunda Putri mengatakan para petani yang berjualan di pasar gotong royong diajak mendukung program pemerintah lainnya seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan transaksi digital melalui QRIS, menjual produk lokal dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga :  Motivasi Atlet Bali, Gubernur Koster Beri Penghargaan Hingga Tawarkan Pekerjaan

Dalam kesempatan itu hadir Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Nyoman Sudharma.

Pada kesempatan itu, Gubernur Koster dan pejabat lain mengunjungi masing-masing lapak. Sebagai bentuk dukungan, Wagub membeli paket kain songket, dan membayar melalui QRIS. Pada akhir kunjungan, Gubenur beserta rombongan menyumbang dupa lokal kepada petugas kebersihan di sepanjang Jl. Basuki Rachmat, Sumerta Klod, Denpasar. (wir)

Baca juga :  Dua Residivis yang Bebas Karena Corona, Kembali Dibekuk  

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini