Sarat Simbol, Ini Filosofi UPK Pecahan Rp 75.000

0
9
Sarat Simbol, Ini Filosofi UPK Pecahan Rp 75.000
PERESMIAN - Koster bersama Kepala BI Perwakilan Bali, Trisno Nugroho serta Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma, dalam peresmian UPK Rp 75.000.

Sumerta Klod, DenPost

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengaku bangga lantaran kain tenun gringsing ikut dijadikan ikon dalam lembaran Uang Peringatan Kemerdekaan (UPK) pecahan Rp 75.000. Menurutnya, makna dari mata uang RI yang diluncurkan tepat saat peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 pada Senin (17/8/2020) itu sangat dalam.

“Dalam mata uang baru ini, tergambar pencapaian bangsa kita selama 75 tahun kemerdekaannya. Demokrasi serta berbagai hasil pembangunan telah dicapai oleh bangsa ini,” terangnya saat menyaksikan peresmian uang oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, secara virtual.

Koster juga sangat mengapresiasi pemilihan simbol-simbol pada mata uang ini yang mengedepankan Bhinneka Tunggal Ika sebagai falsafah pemersatu bangsa. “Kita sebagai Bangsa Indonesia harus selalu ingat, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta UUD 1945 sebagai ideologi negara. Karena hal tersebut adalah pemersatu kita,” ucapnya, yang saat itu didampingi Kepala BI Perwakilan Bali, Trisno Nugroho serta Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma.

Baca juga :  Lalin di Antasura Lumpuh, Ini Penyebabnya

Dalam peresmian itu, Menteri Sri Mulyani mengatakan jumlah yang akan dicetak sebanyak 75 juta lembar. “Sebagai bentuk wujud syukur kita atas anugerah kemerdekaan dan pencapaian-pencapaian yang telah kita lakukan selama 75 tahun Kemerdekaan Indonesia, maka pengeluaran uang Rupiah dalam rangka peringatan khusus Kemerdekaan Republik Indonesia bertepatan dengan tanggal 17 Agustus tahun 2020,” katanya.

Penerbitan mata uang baru ini sekaligus sebagai bentuk ajakan untuk memperteguh komitmen menjaga kebhinnekaan dan kesatuan Republik Indonesia, serta meningkatkan semangat menyongsong masa depan.

Baca juga :  Pemkot Tata Permukiman Kumuh Gang Dahlia dan Cempaka

Bentuk syukur terlukis melalui gambar yang tertera di mata uang Rp 75.000. Yakni peristiwa pengibaran bendera pada saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Menampilkan foto Proklamator Soekarno-Hatta serta gunungan.

Gambar tersebut memiliki filosofi sebagai pembuka dan permulaan lembar baru bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang baru saja diproklamasikan.

“Kita tahu di dalam perjalanan bangsa dan negara kita selalu akan dihadapkan pada berbagai tantangan dan kendala kehidupan termasuk pada saat ini, kita harus mampu untuk menghadapi tantangan Covid-19,” jelas Sri Mulyani.

Baca juga :  Enam Los Pedagang Daging Ayam Potong di Pasar Badung Ditutup

Sementara Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan, mata uang Rupiah merupakan simbol identitas dan karakterisitik Indonesia. Adapun uang ini memiliki tiga tema dan makna filosofi, yaitu mensyukuri kemerdekaan, memperteguh kebhinnekaan dan menyongsong masa depan.

“Tiap lembar rupiah mengandung identitas dan karakteristik kita sebagai bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan dan banggakan,” sebutnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini