Tiga Hakim dan Dua Panitera Terpapar Covid-19, Pengadilan Negeri Denpasar Tutup Selama Dua Pekan

0
9
Tiga Hakim dan Dua Panitera Terpapar Covid-19, Pengadilan Negeri Denpasar Tutup Selama Dua Pekan
TUTUP - Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang ditutup mulai Rabu (19/8/2020) gara-gara tiga hakim, dan dua panitera pengganti positif terpapar covid-19. (DenPost/kmb)

Dauhpuri Klod, DenPost
Gara-gara tiga hakim terpapar covid-19 (virus corona), terhitung mulai Rabu (19/8/2020) Pengadilan Negeri (PN) Denpasar ditutup. Selain hakim, dua panitera pengganti juga dinyatakan positif. Akibatnya, PN ditutup selama dua pekan mendatang.

Panitera Sekretaris PN Denpasar, Rotua Roosa Matilda Tampubolon, saat mendampingi Wakil Ketua, Dr.I Wayan Gede Rumega, Selasa (18/8/2020) mengatakan bahwa memang benar tiga hakim dan dua panitera pengganti positif terpapar virus corona. Hal itu ketahuan pada Jumat (16/8) lalu. Saat itu KPN Denpasar, Dr.Sobandi, mengatakan bahwa 15 orang dinyatakan reaktif, dan dilanjutkan dengan tes swab. Hasilnya, lima orang dinyatakan positif covid-19.

Selain itu, yang mengkhawatirkan bahwa hasil rapid test (tes cepat) 15 orang di lingkungan PN Denpasar dinyatakan reaktif. Hal itu terungkap berdasarkan hasil tracking (penelusuran) Dinas Kesehatan Kota Denpasar terhadap para pegawai, termasuk pedagang di kantin PN Denpasar. “Mereka sudah menjalani tes swab, tapi hasilnya belum kami ketahui,” tegas Matilda Tampubolon.

Baca juga :  Tak Sekadar Wacana, Putri Suastini Koster Ingatkan Program PKK Harus Nyata

Sementara itu, penutupan pelayanan di PN Denpasar selama dua pekan mesti diberlakukan untuk perkara perdata dan pendaftaran sidang serta persidangan yang masa penahanan terdakwanya panjang. Sedangkan pelayanan hukum yang bersifat mendesak berkaitan dengan masa penahanan terdakwa tetap dilakukan secara online atau daring. “Pelayanan pidana umum yang masa penahanannya medekati habis, akan kami buatkan jadwal. Mudah-mudahan teman-teman yang terkonfirmasi positif segera membaik dan aktivitas pelayanan kembali normal,” harap Maltida.

Baca juga :  Bule yang Hilang "Nyeter" Ikan Masih Misterius

Rumega menambahkan penutupan pelayanan dilakukan atas perintah Ketua Pengadilan Tinggi Bali untuk memutus penularan virus corona. “Dirjen Kehakiman juga sudah mengetahui kondisi saat ini di PN Denpasar,” tegasnya. (yan)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini