Tangkal Penyebaran Berita Bohong, LDII Bali Luncurkan Sahih

0
6
Tangkal Penyebaran Berita Bohong, LDII Bali Luncurkan Sahih
TANGKAL HOAKS - Pengurus DPW LDII Bali saat memaparkan Sistem Pencegah Informasi Hoaks atau yang disingkat Sahih.

Denpasar, DenPost

Beragamnya berita bohong yang tersebar di tengah masyarakat, membuat masyarakat kian resah. Mencegah terjadinya hal tersebut, DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bali tergerak membuat Sistem Pencegah Informasi Hoaks atau yang disingkat Sahih.

Wakil Ketua DPW LDII Bali, H. Hardilan, didampingi Wakil Ketua H. Agus Purmadi, mengatakan, berdasarkan pengamatannya, saat ini sudah terdapat 8.741 berita hoaks yang ada pada database Sahih. “Dan, kami akhirnya meluncurkan Sahih, tepatnya sehari jelang peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia. Nantinya, data tersebut akan menjawab pertanyaan apakah berita yang beredar hoaks atau tidak. Jumlah database bakal terus bertambah secara otomatis setiap harinya,” bebernya, Selasa (18/8/2020).

Baca juga :  Setengah Bulan, Ratusan Mobil Digembosi Dishub

Pemakaian istilah Sahih sendiri diilhami dari penyampaian atau periwayatan hadis Nabi. Menurut KBBI, sahih berarti kuat, sempurna, dan tidak ada cela. Jika tidak dicegah, berita hoaks bisa menyesatkan, menimbulkan kegaduhan dan kekacauan. Bahkan bisa memicu terjadinya perpecahan. “Melalui Sahih ini, warga LDII Bali dan semua orang bisa mengecek informasi yang beredar itu hoaks atau tidak,” ungkapnya.

Di era post-truth seperti sekarang, lanjutnya, informasi beredar secara masif. Dalam hitungan menit, suatu peristiwa atau kejadian langsung menjadi berita yang dikonsumsi publik. Sayangnya, tidak semua berita disajikan dengan benar. Hampir setiap peristiwa selalu ada berita bohong atau hoaks yang menyertai. Contoh terbaru adalah ledakan di Beirut, Lebanon yang dikatakan disebabkan oleh rudal Israel. Faktanya, sumber ledakan berasal dari sebuah gudang pelabuhan yang menyimpan 2.750 ton amonium nitrat selama enam tahun tanpa memenuhi aturan keselamatan.

Baca juga :  Pembangunan Pelabuhan Sanur Segera Terealisasi

“Jangan sampai kita ikut menyebarkan berita hoaks. Sebab, berdasar UU ITE ancaman pidananya serius yakni pidana penjara paling lama enam tahun dan denda hingga Rp 1 miliar,” tegasnya.

Peluncuran Sahih ini sekaligus menjadi bukti nyata LDII berkontribusi pada bangsa dalam hal mewujudkan Indonesia maju melalui pencegahan berita hoaks. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini