Domestik Belum Terasa, Big Garden Maksimalkan Kunjungan Lokal

0
6
Picsart 08 19 01.10.24
BIG GARDEN - Peluncuran album musik menjadi salah satu kegiatan massa yang digelar di Big Garden.

Kesiman, DenPost

Pengelola taman rekreasi “Big Garden” terus mengoptimalkan kunjungan wisatawan sejak dibukanya aktivitas masyarakat 9 Juli lalu. Saat ini, pengelola sedang fokus meningkatkan kunjungan wisatawan lokal Bali.

Manager “Big Garden”, Edy Mustofa, mengatakan, pilihan menyasar wisatawan lokal Bali itu lantaran kunjungan wisatawan domestik belum terasa. “Kunjungan kami saat ini 100 persen lokal Bali,” ungkapnya Rabu (19/8/2020).

Kunjungan segmen wisatawan lokal menurutnya tidak mengecewakan. Pada hari kerja, Senin hingga Jumat, kunjungan masyarakat mulai dari 50 sampai 60 dalam sehari. Jumlah tersebut umumnya melonjak pada akhir pekan, Sabtu dan Minggu, mulai dari 200 sampai 250 setiap harinya.

Baca juga :  Parade Ogoh-ogoh di Denpasar Ditunda

Tidak ada perubahan pelayanan dan fasilitas bagi wisatawan lokal, tinimbang wisatawan domestik maupun mancanegara. Justru, Edy mengatakan pihaknya menyediakan paket berwisata yang makin menarik dengan memberlakukan promo.

Bagi pengunjung lokal Bali, dikenakan tiket masuk sebesar Rp 30 ribu. Dengan biaya itu, pengunjung dapat menikmati kuliner nusantara berupa bakso dan dapat menikmati berbagai wahana yang tersedia di “Big Garden”.

“Jadi kami berikan free entry (gratis masuk), tapi kami gerakkan Food and Beverage (FB),” ujarnya. Sedangkan bagi anak di bawah lima tahun, tidak dikenakan biaya masuk, alias gratis. Untuk wisatawan domestik, dikenakan Rp 50 ribu, dengan pelayanan serupa dengan pengunjung lokal Bali.

Baca juga :  Tanah Milik Pemerintah Ditempati Duktang, LPM Renon Geram

Dengan promo tersebut, selain menyasar kunjungan, pihaknya juga mengoptimalkan acara-acara keluarga dan seremoni yang digelar di “Big Garden”. “Tempat kami terbuka, kami juga sudah menerapkan protokol kesehatan,” bebernya.

Tentang wahana yang disediakan “Big Garden”, terdapat sebanyak 200 spot foto dengan tema-tema alami. Selain itu, kuliner yang disediakan juga beragam. Mulai dari makanan khas Indonesia, makanan khas Bali, makanan khas China, dan Eropa.

Baca juga :  Antisipasi Krisis Wisatawan,Disparda Badung Lakukan Program Ini

Yang paling diminati adalah Ayam Taliwang dan Ayam Betutu. “Memang ini makanan yang lumrah. Tapi, sensasinya berbeda ketika makan sambil menikmati suasana alam bebas. Ini menjadi daya tarik tersendiri,” pungkasnya. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini