Kewalahan, RSUD Klungkung Ubah Ruang VIP Jadi Ruang Isolasi

0
8
Picsart 08 19 01.59.46
ISOLASI - Kondisi ruang isolasi di RSUD Klungkung beberapa waktu lalu. DenPost/istimewa

Semarapura, DenPost

RSUD Klungkung mulai kewalahan menangani jumlah pasien suspek maupun terkonfirmasi positif covid-19 yang kian hari kianmeningkat. Kali ini, untuk mengantisipasi membeludaknya pasien covid-19, pihak manajemen RSUD Klungkung terpaksa menutup ruangan paviliun atau VIP untuk dijadikan ruangan isolasi covid-19. Bahkan dalam waktu dekat, pihak rumah sakit juga akan merekrut sejumlah tenaga kontrak untuk mendukung pelayanan pasien covid-19.

Keputusan pihak manajemen rumah sakit menutup ruangan paviliun untuk dipakai ruang isolasi covid-19 bukan tanpa alasan. Karena hingga saat ini total pasien yang dirawat di RSUD Klungkung mencapai 77 orang yang terdiri dari 26 suspek covid-19 di antaranya empat ibu nifas dan 51 orang konfirmasi positif dengan dua orang ibu nifas. Belum lagi ada delapan orang pasien suspek covid-19 yang belum mendapat ruang isolasi yaitu dua orang membutuhkan isolasi ICU covid-19 dan enam orang ruang isolasi biasa.

Baca juga :  "Bengkung", Suwirta Tegur Pedagang di Terminal Galiran

“Kami sudah rapatkan hal ini bersama manajemen. Apalagi ada tiga bayi dari enam orang ibu suspek covid-19 yang dititipkan di ruang isolasi tetanus, maka dari itu harus ada tambahan ruangan isolasi,” ujar Dirut RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, Rabu (19/8/2020).

Menurut dr. Kesuma, dari hasil rapat yang dilakukan pihak rumah sakit memutuskan untuk menambah satu ruangan isolasi biasa dan satu ruangan lagi untuk menambah kapasitas ICU covid-19. Tambahan ruangan ICU covid-19 dilakukan dengan mengalihkan ruang ICU biasa menjadi ruangan ICU covid-19 sehingga akan menambah kapasitas total ICU covid-19 menjadi 14 tempat tidur.

Baca juga :  Ini Jenis dan Manfaat Masker Mulut

Sementara untuk menambah ruangan isolasi biasa, manajemen dengan berat hati memutuskan akan menutup ruangan paviliun/VIP untuk dijadikan ruang isolasi Covid-19. Keputusan ini diambil karena tidak ada lagi alternatif lain, di mana kebetulan VIP berada 1 blok dengan ruang isolasi lainnya.

“Jadi ruangan VIP yang selama ini menjadi sumber penting pendapatan RSUD Klungkung terpaksa harus direlakan demi menampung pasien covid-19 yang semakin hari semakin meningkat,” imbuh dr. Kesuma.

Selain itu, dr. Kesuma mengaku sudah menghadap Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta untuk meminta izin selaku pemilik RSUD sekaligus melaporkan kondisi dan penanganan pasien covid-19. Bahkan juga menyampaikan kebutuhan tenaga perawat dan pendukung pelayanan covid-19 yang selama ini masih minim.

Baca juga :  Tahanan Polsek Kuta yang Kabur Akhirnya Serahkan Diri

Setelah menghadap, bupati Suwirta memahami kondisi dan hambatan yang dihadapi rumah sakit, sehingga setuju dengan keputusan manajemen RSUD Klungkung. Bupati juga akan membantu tenaga yang dibutuhkan melalui perekrutan tenaga kontrak 6 bulan dengan sumber anggaran belanja tanggap darurat.

Apabila semuanya siap maka RSUD Klungkung memiliki kapasitas 92 tempat tidur ruang isolasi biasa, 14 tempat tidur ICU covid-19 dewasa dan 6 tempat tidur isolasi bayi covid-19.

“Dengan kapasitas total yang mencapai 112 tempat tidur bagi pasien covid-19, semoga dalam waktu dekat kami tidak perlu rapat kembali untuk membahas masalah pasien Covid-19,” sebutnya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini