Anggotanya Viral Karena Diduga Peras WNA, Kapolres Jembrana Sebut Sudah Ditindak

0
8
Picsart 08 20 02.34.02
VIRAL - Potongan video oknum polisi yang diduga memeras seorang WNA asal Jepang yang viral di masyarakat.

Negara, DenPost

Nama baik korps baju cokelat kembali tercoreng oleh ulah anggotanya sendiri. Pasalnya, video seorang oknum polisi tersebar luas karena diduga memeras wisatawan asal Jepang.
Tak tanggung-tanggung, oknum aparat itu meminta uang hingga Rp 1 juta.

Video pemerasan yang diduga dilakukan oknum polisi berinisial MW itu telah diunggah di akun Youtube dan telah ditonton banyak orang. Hanya saja, orang yang merekam tidak menulis lokasi pemerasan tersebut.

Baca juga :  Hujan Lebat, Tanah Longsor Tutup Akses Jalan di Yehembang Kangin

Beberapa komentar netizen menyebutkan, oknum polisi tersebut bertugas di Polsek Pekutatan, Jembrana. Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, ketika dimintai konfirmasi, Kamis (20/8/2020) membenarkan kalau oknum polisi itu anggota Polsek Pekutatan, Jembrana.

Dikatakannya, video itu direkam pertengahan tahun 2019 dan diunggah sekitar 7 bulan lalu. “Baru sekarang viral. Kami sudah panggil oknum anggota tersebut dan sudah ditindaklanjuti. Kami sudah proses. Kami terbuka, salah ya salah,” tegasnya.

Baca juga :  Di Sudaji, Kerauhan Berbuntut Bersitegang Dengan Polisi

Video berdurasi 3 menit 16 detik ini diunggah oleh akun Youtube bernama Style Kenji pada 30 Desember 2019 lalu. Dalam video itu tampak sepeda motor bernomor polisi DK 3762 FO yang dikendarai oleh sang perekam yang mengaku berasal dari Jepang itu diberhentikan oleh oknum polisi.

Lalu oknum itu mulai memeriksa kelengkapan surat motor WNA tersebut. Dan lantas oknum tersebut mengatakan bahwa ada satu bagian kendaraan yang tidak dilengkapi oleh sang pengendara sehingga dia harus dikenai pinalti.

Baca juga :  Pecah Rekor Sehari, 26 Warga Jembrana Terkonfirmasi Positif Covid-19

Menggunakan bahasa Inggris, terlihat oknum itu kemudian mengatakan akan membantu WNA itu. Dia lalu meminta uang sebesar Rp 1 juta sebagai uang pinalti. Selang beberapa lama, pengendara itu pun hanya mampu memberikan uang sebesar Rp 900.000. (wit/wid)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini