Gubernur Bali: Jangan Kendur Bikin Perarem “Gering Agung”

0
5
Gubernur Bali: Jangan Kendur Bikin Perarem “Gering Agung”
NASARIN - Gubernur Bali Wayan Koster saat nasarin pembangunan gedung MDA Jembrana, Kamis (20/8) kemarin.

Jembrana, DenPost
Satu demi satu visi-misi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ diwujudkan. Tidak main-main, setelah mendapat restu pemerintah pusat melalui menteri dalam negeri (mendagri) terkait keberadaan desa adat yang diimplementasikan dalam Perda No.4 Tahun 2019, Gubernur bersama Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), mengawali pembangunan gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, dengan prosesi nasarin (peletakan batu pertama) pada Kamis(20/8/2020).

Selain Gubernur dan Wagub Bali, peletakan batu pertama pembangunan gedung MDA di Jalan Ngurah Rai, Negara, itu dilakukan juga oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Wabup I Made Kembang Hatawan, serta anggota DPRD Propinsi Bali Dapil Jembrana I Ketut Sugiasa dan Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana I Made Subagia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali Wayan Koster minta walau saat pandemi covid-19 belum mereda, Pemprov Bali tetap konsisten memperkuat desa adat. Untuk itu, Koster minta para bendesa adat di Bali supaya tidak kendur bikin perarem gering agung (wabah pandemi) walau masih berjibaku melawan covid-19. Dia juga mengaku tetap konsisten dengan janji saat kampanye dulu. Salah satunya konsisten memperkuat desa adat.
‘’Secara bergiliran, kita bangun gedung MDA di setiap kabupaten di Bali, dan di Jembrana merupakan yang kedua setelah Kabupaten Gianyar. Namun demikian, kami harapkan agar semangat para bendesa tidak mengendur. Jangan terpengaruh provokasi. Disiplinkan krama (masyarakat) dengan protokol kesehatan dalam mengatasi covid-19. Buatkan peraremnya di masing-masing desa adat,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Baca juga :  Dua Bapaslon Bupati-Wabup Jembrana Lengkapi Persyaratan

Mengenai anggaran yang akan digunakan untuk membangun gedung MDA, Gubernur Koster mengatakan bersumber dari CSR atau tanggung jawab sosial suatu perusahaan. ‘’Anggaran yang kita gunakan itu memang cukup besar, namun kita dapatkan dari beberapa sumber, baik dari BUMN maupun BUMD sebesar Rp3,2 miliar dengan rentang waktu pengerjaan sampai finish selama empat bulan (berakhir Desember 2020). Gedung berlantai dua ini dibangun di atas lahan seluas tujuh are,” pungkasnya.

Baca juga :  Bertambah, PDP di Buleleng Jadi Tiga Orang

Dalam kunjungannya ke Jembrana, Gubernur Koster didampingi anggota Komisi IV DPR RI Made Urip, juga menyerahkan bantuan berupa peralatan pascapanen (gudang pengolahan: solar drayer dome beserta kelengkapannya) di UPH Amerta Urip, Subak Abian Dwi Mekar, Desa Pohsanten, Mendoyo. Bantuan itu diserahkan guna meningkatkan sektor pertanian, khususnya komoditas kakao. Hadir juga pada kesempatan itu Wagub Bali Cok Ace, Sekda Bali I Dewa Made Indra, Bupati Jembrana I Putu Artha, dan Wabup I Made Kembang Hartawan.

Baca juga :  Negatif, Swab PMI Jembrana yang Dikarantina di Dua Hotel

Juga diserahkan bantuan pemerintah pusat melalui anggota DPR RI Dapil Bali Made Urip berupa 100 ribu pohon kakao untuk Jembrana dan 10 ribu lagi di lokasikan ke Subak Abian Dwi Mekar, termasuk kelapa bejah sebanyak 12 ribu, serta pupuk NPK 2.000 ton. Penyerahan bantuan diselingi acara pelepasan biji kakao yang akan diekspor ke Jepang. Hal itu ditandai dengan pemecahan kendi oleh Gubernur Koster. (wit)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini