Masa Pandemi, Banyak Meragukan Ketersediaan Pangan di Denpasar

0
6
Picsart 08 20 07.40.29
Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, AA Gede Bayu Brahmasta.

Lumintag, DenPost

Masa pandemi Covid-19 yang melanda Kota Denpasar sejak pertengahan Maret hingga Agustus 2020 ini, masih banyak meragukan ketersediaan pangan akan menipis di Denpasar.

”Kita dari awal banyak yang meragukan atas ketersediaan pangan, khususnya beras karena Kota Denpasar kita bukan daerah produksi,” kata Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, AA Gede Bayu Brahmasta, Rabu (19/8/2020).

Bayu Brahmasta menjelaskan, di masa pandemi virus corona ini kebutuhan pangan terutama konsumsi beras 280 ton setiap hari. Sementara pasokan beras masuk ke Kota Denpasar, baik dari kabupaten lain di Bali maupun dari Banyuwangi, Jawa Timur sekitar 1.200 ton-1.300 ton per hari. Dengan demikian, ketersediaan dan cadangan pangan terutama beras melebihi dari kebutuhan warga Denpasar. ”Kersediaan pangan beras dari mewabahnya virus corona sejak Maret lalu, hingga sekarang tidak banyak ada perubahan dan harga tetap. Di mana, koofisien di bawah 15 persen, sehingga tidak ada gejolak harga beras dipasaran karena pasokan beras stabil,’’ jelas Bayu Brahmasta.

Baca juga :  Ruang Laundry Inna Bali Beach Terbakar

Bayu Brahmasta meminta masyarakat Denpasar tidak perlu cemas dan khawatir masalah pasokan pangan, khususnya beras saat masa pendemi. Bahkan, harga beras dan kebutuhan pokok lainnya dipasaran tidak mengalami kenaikan. Karena distribusi beras dari Banyuwangi maupun Bali yang masuk ke distributor maupun pengecer lancar dan aman. ”Kami terus melakukan pemantauan stok beras di distributor besar tidak ada masalah. Penyaluran dari distribusi sampai ke pengecer masih aman dan lancar,’’ ucapnya. (103)

Baca juga :  Pedagang Desa Adat Ubung Dibekali Masker

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini