Usai Lomba Kayak, Tukad Mati Kembali Diserbu Sampah

0
4
Picsart 08 20 08.35.09
SAMPAH MENUMPUK - Sampah yang kembali menumpuk di salah satu titik Tukad Mati Legian.

Legian, DenPost

Lomba kayak yang dihelat LPM Legian baru tiga hari telah berlalu. Acara yang dibuka Bupati Badung tersebut, berjalan lancar dan meriah. Tukad Mati yang menjadi lokasi acara tampak bersih dari sampah. Namun sayang, kondisi ini tidak berlangsung lama karena alur Tukad Mati Legian kembali diserbu sampah, Rabu (19/8/2020).

Bahkan sampah menumpuk pada steger panggung perlombaan. Kondisi ini tak pelak mengundang sorotan Waka II Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Legian, I Ketut Sentanu.

Baca juga :  Giri Prasta Keluarkan Edaran Terkait Pelaksanaan Ini

Bahkan dia sangat menyayangkan munculnya sampah tersebut. Dia menduga datangnya sampah tersebut merupakan kiriman dari wilayah hulu. Selain itu, lolosnya sampah tersebut diduga karane trash rack yang ada di perbatasan Tukad Mati Legian tidak berfungsi. “Sepertinya ini karena trash rack yang ada di perbatasan itu dibuka, sehingga sampah lolos ke sini ke alur Legian,” ungkapnya.

Dia berharap trash rack yang ada di perbatasan itu, bisa difungsikan sebagaimana mestinya, yakni untuk mengangkat sampah yang ada di alur sungai. “Jangan takut rusak, karena memang itulah fungsi dari alat tersebut,” ucap pria yang akrab disapa Gilak ini.

Baca juga :  Interusi Air Laut, Sumur Warga Kuta Terasa Ini

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, IB Surya Suamba, yang dikonfirmasi, Kamis (20/8/2020), beralasan kalau kejadian tersebut berkaitan dengan dilakukannya langkah pemeliharaan terhadap trash rack yang ada. “Kalau ada sampah yang lepas, itu biasanya karena ada pemeliharaan. Jaringnya diangkat untuk diperbaiki,” ujarnya.

Namun demikian, hal tersebut menjadi salah satu evaluasi pihaknya ke depan. Di mana, diusulkan penyempurnaan, sehingga ke depan tidak ada lagi sampah yang lolos begitu dilakukan pemeliharaan. “Jadi, kami usulkan ada semacam kerey yang akan diturunkan begitu pemeliharaan dilakukan. Dengan demikian, maka sampah tidak ada yang lolos saat pemeliharaan,” pungkasnya. (113)

Baca juga :  FSP Bali Berharap Insentif Tak Hanya untuk yang Ber-KTP Badung

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini