Upah Tenaga Kontrak di Klungkung Tak Jadi Dipangkas

0
5
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta

Semarapura, DenPost

Rencana Pemkab Klungkung memangkas jasa atau upah tenaga kontrak sebesar Rp 200 ribu selama  empat bulan akhirnya urung dilakukan. Hal ini menyusul meningkatnya pendapatan yang diperoleh Pemkab dalam APBD Perubahan 2020 sekitar Rp 32 Miliar. Kepastian tidak dipotongnya upah tenaga kontrak ini disampikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta Jumat (21/8/2020).

“Kita ada peningkatan pendapatan sekitar Rp 32 Miliar. Jadi dengan pendapatan sebesar itu, jasa tenaga kontrak tidak dipangkas. Mereka tetap terima Rp 1.600.000 per bulan,” kata Suwirta.

Baca juga :  Sembuh, Dua PDP di Klungkung Pulang

Menurut Suwirta, angka  Rp 32 Miliar tersebut diperoleh dari seluruh sumber pendapatan. Di antaranya ada dari pendapatan rumah sakit, pajak seperti PBB dan BPHTB, termasuk dana bagi hasil dari Provinsi Bali dan sebagainya. Dengan meningkatnya pendapatan tersebut, tidak hanya menyelamatkan upah tenaga kontrak, namun juga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) para PNS yang dipotong 50 persen selama enam bulan.

“TPP teman-teman awalnya yang dipotong 50 persen selama enam bulan juga nanti hanya dipotong lima bulan. Bahkan dengan meningkatnya pendapatan ini perjalanan dinas di DPRD juga bertambah,” ungkap Suwirta.

Baca juga :  Ngatrek, Truk Kontainer Tabrak Mobil dan Gilas Motor

Yang jelas, bupati asal Ceningan ini mengatakan APBD Perubahan 2020 telah aman. Pihak rumah sakit Klungkung yang kesulitan dana dalam menangani pasien covid-19 juga terbantu dengan meningkatnya pendapatan APBD Perubahan.

“Kita juga akan bantu rumah sakit. Kalau tidak ada peningkatan pendapatan, pasti semuanya dipangkas. Termasuk TPP para PNS,” katanya. (119)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini