Apresiasi Program SMSI Bali, KPU Jembrana Siap Wujudkan Pilkada Bermartabat

0
10
Picsart 08 21 05.42.35
SMSI - Pengurus SMSI Bali saat bertemu dengan KPU Jembrana di Kantor KPU Provinsi Bali, Jumat (21/8/2020).

Renon, DenPost

Gerakan edukasi “Pilkada Tanpa Hoax, Tanpa Provokasi” yang dicetuskan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bali, terus disosialisasikan. Kali ini, gerakan untuk mendukung Pilkada serentak yang bermartabat itu disampaikan dalam pertemuan SMSI Bali bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana, Jumat (21/8/2020).

Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja, menjelaskan, eksistensi media online merujuk Peraturan Dewan Pers No 3 Tahun 2019, yang mengatur tentang persyaratan pendirian media online. Dijelaskannya, pasal 8 dalam Peraturan DP mengatur tentang pemimpin redaksi media online harus bersertifikat Wartawan Utama. Sedangkan pasal 9 menyebutkan, wartawan utama boleh memimpin dua media.

Baca juga :  Dir. Lantas Polda Bali Dimutasi

“Ketentuan Dewan Pers itu menjadi syarat mutlak dalam pendirian media online, termasuk media harus berbadan hukum Indonesia berupa, Perseroan Terbatas, Yayasan dan Koperasi,” jelas Edo di KPU Provinsi Bali, Jumat (21/8/2020).

Hal yang sama juga diterapkan SMSI Bali dalam merekrut anggota. Saat ini jumlah anggota yang telah terseleksi ketat di bawah SMSI Bali sebanyak 27 media online. Edo mengatakan, saat ini di Bali ada ratusan media online.

Baca juga :  Sebulan, Puluhan Penyalah Guna Narkoba Dijebloskan ke Tahanan

Sementara, Ketua KPU Jembrana, Ketut Tangkas Sudiantara, mengapresiasi program SMSI Bali terkait mewujudkan Pilkada tanpa hoaks dan tanpa provokasi. Dengan dukungan semua pihak, termasuk media-media yang bernaung di bawah SMSI Bali, pihaknya pun siap mewujudkan Pilkada bermartabat. Dikatakannya, ada tiga hal yang disosialisasikan dalam tahapan pemilu yakni, pengumuman pendaftaran, penetapan paslon, dan pengumuman nomer urut.

Sampai saat ini, pihaknya merangkul sejumlah media dalam mengakomodir kebutuhan sosialisasi. Hanya saja, disebutkan Ketut Tangkas, ada rasionalisasi anggaran yang dialihkan untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD).

Baca juga :  Lagi, Tiga Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Bali

“Yang kita keluarkan yang signifikan. Kita siasati sosialisasi melalui medsos, videotron dan platform lainnya, kalau ada sundulan dana dari pusat, maka baru bisa sosialisasi lagi,” jelasnya.

Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan SMSI Bali, DM Suta Sastradinata,menambahkan, tujuan SMSI Bali ikut menciptakan Pilkada yang bermartabat dari program yang diinisiasi SMSI Bali.

“Yang paling penting dapat mencerdaskan masyarakat dari program yang kami sampaikan,” katanya. (111)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini