Esensi Profesi Guru, Prof. Oka Sebut Kuasai Ilmu Saja Belum Cukup

0
4
Esensi Profesi Guru, Prof. Oka Sebut Kuasai Ilmu Saja Belum Cukup
GURU BESAR - Prof. Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd. usai dinobatkan sebagai Guru Besar IKIP Saraswati Tabanan.

Sumerta Klod, DenPost

Menguasai ilmu pengetahuan belum cukup bagi seorang pendidik dalam menjalankan profesi sebagai seorang guru. Pesan itu disampaikan Prof. Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd. saat dinobatkan sebagai Guru Besar IKIP Saraswati Tabanan, di Agung Room Hotel Inna Bali Beach Sanur, Jumat (21/8/2020).

Menurutnya, untuk menjadi tenaga pengajar yang berkualitas, seorang guru sedikitnya harus menguasai empat kompetensi yaitu pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. Lebih jauh ia menjelaskan, pedagogik adalah kemampuan mengajar yang berkaitan ilmu dan seni mengajar.

Baca juga :  Satpol PP Sidak Pasar Ubung Kaja

Ia menyebut, seorang guru adalah Ilmuwan sekaligus seniman. “Seorang guru tak cukup berbekal penguasaan ilmu, seni mengajar juga harus dikuasai,” katanya dalam acara yang turut dihadiri Wakil Gubenur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Bagian penting dari seni mengajar, lanjutnya, kemampuan memahami anak didik secara mendalam.  Untuk menguasai seni mengajar, kata dia, seorang guru yang baik dituntut mampu merancang sendiri konsep pengajarannya.

Baca juga :  Putri Suastini Koster Ajak Orangtua Ikuti Perkembangan Teknologi

Guru juga harus menjadi eksekutor yang baik untuk konsep pengajaran yang dirancangnya. “Kalau sudah berhasil merancang dan melaksanakan konsep pengajaran, lanjutkan dengan evaluasi,” sarannya.

Pada bagian lain, Dewa Oka juga menyebut seorang guru adalah artis yang menjadi pusat perhatian murid saat berdiri di depan kelas. “Ketika tampil di depan kelas untuk mengajar, perhatikan ekspresi. Usahakan selalu tersenyum walaupun di rumah habis bertengkar,” imbuhnya.

Terhadap capaian tertinggi jenjang akademik yang kini disandang Dewa Oka, Wagub memberi apresiasi tinggi. Dia yang juga tercatat sebagai Guru Besar ISI Denpasar mengakui proses yang dilalui Dewa Oka tidaklah mudah.

Baca juga :  Januari-April, Segini Kasus DBD di Denpasar

“Sama seperti Prof. Dewa Oka, saya juga sempat hampir lempar handuk. Tapi syukur akhirnya berhasil,” ucapnya. Ia berharap, semangat Dewa Oka menjadi inspirasi bagi yang lain untuk meraih hal serupa. Karena menurutnya, menjadi guru besar adalah cita-cita hampir semua orang yang berkarier di dunia akademik. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini