Hingga Desember, KUR Super-Mikro Dibijaksanai Tanpa Bunga

0
5
Picsart 08 22 04.56.41
KUR - Menteri Airlangga saat memaparkan skema dalam KUR super-mikro, dalam penyaluran KUR kepada pelaku UMKM dan bantuan kepada IKM.

Kertalangu, DenPost

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Periode 2019-2024, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus memacu produktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah saat pandemi covid-19. Salah satunya dilakukan dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) super-mikro dengan pinjaman di bawah Rp 10 juta.

Menariknya, bunga pinjaman dalam KUR ini akan dibayar pemerintah hingga akhir Desember 2020, sehingga debitur tidak dikenakan bunga. Ini terungkap dalam penyaluran KUR dan bantuan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) di Bali, Sabtu (22/8/2020) di Desa Wisata Kertalangu, Kesiman, Denpasar Timur, yang dihadiri pejabat penting, perbankan dan pelaku UMKM di Bali.

Baca juga :  Gubenur Koster Gelontor Rp38,2 M untuk Pendidikan

“KUR di bawah Rp10 juta itu, sampai Desember diberikan 0 persen,” terangnya disambut gemuruh tepuk tangan. Tahun 2021 mendatang, bunga KUR super-mikro ini akan sama dengan jenis KUR lain, dengan bunga 6 persen per tahun. KUR ini akan disalurkan melalui perbankan.

Kata dia, untuk pijaman KUR Rp 10 juta sampai Rp 50 juta, tanpa jaminan, hanya menggunakan KTP saja. Untuk pinjaman KUR Rp 50 juta sampai Rp 500 juta, disesuaikan dengan bidang dan jenis usahanya. “Pemerintah melihat ini inklusif, melibatkan seluruh usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

Baca juga :  Tanpa Tujuan Jelas, 15 Warga Disuruh Balik Haluan

KUR super-mikro diprioritaskan kepada pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif. “Berbagai langkah ini diharapkan dapat memberikan penguatan bagi UMKM untuk bertahan dan bangkit pada masa Covid-19,” tutur Airlangga.

Airlangga berharap sinergi yang kuat antara program pemerintah melalui Kemenko Perekonomian dengan Pemerintah Daerah, penyalur KUR, dan penjamin KUR dalam membangkitkan kembali aktivitas usaha UMKM dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Baca juga :  Denpasar Hanya Mampu Sumbang Beras 20 Ribu Ton Per Tahun

“Saya berharap upaya optimalisasi penyaluran KUR kepada UMKM lokal ini dapat memperkuat ekonomi lokal untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” tutur Airlangga. Mengenai penyaluran KUR super-mikro itu, Dirut Bank Pembangunan Bali, Nyoman Sudharma, masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Perekonomian. (106)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini