Koster: Jika Kasus Melonjak, Pariwisata Bisa Ditutup lagi

0
5
Koster: Jika Kasus Melonjak, Pariwisata Bisa Ditutup lagi
PELETAKAN BATU PERTAMA - Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri peletakan batu pertama gedung MDA Karangasem, Minggu (23/8) kemarin.

Amlapura,DenPost
Aksi vandalisme/pencoretaan baliho imbauan protokol kesehatan (prokes) dalam pencegahan penularan covid-19 mendapat tanggapan Gubernur Bali Wayan Koster. Menurut dia, jika sampai aksi menolak penerapan prokes berimbas pada lonjakan kasus covid-19, maka ancamannya penutupan kembali sektor pariwisata.
“Sesuai instruksi pusat, jika kasus covid-19 kembali melonjak dan Bali jadi zona merah, maka wisatawan domestik (wisdom) yang telah dibuka akan ditarik kembali, dan pariwisata ditutup lagi,” ungkap Koster saat memberi sambutan dalam acara nasarin (peletakan batu pertama) gedung Majelis Desa Adat (MDA) Karangasem, Minggu (23/8/2020).

Baca juga :  50 Ekor Babi Mati Mendadak, Peternak di Karangasem Waswas

Berhadapan dengan ratusan bendesa se-kabupaten Karangasem, Koster mengajak para tokoh desa adat agar berperan aktif mengedukasi masyarakat. Khususnya supaya tak terpengaruh pada kampanye yang menentang pelaksanaan prokes. “Tetap gunakan masker. Jika semua patuh pada prokes, maka penyebaran kasus covid-19 akan dapat ditekan. Imbasnya pariwisata dapat kembali pulih bila situasi sudah terkendali,” imbuhnya.
Mengenai banyaknya pernyataan dari kelompok bertentangan dengan prokes yang melakukan aksi bullying terhadap dirinya di media sosial (medsos), Koster menjawab santai. “Anggap latihan kesabaran. Tidak perlu takut bila kita benar dan melakukan sesuatu sesuai aturan yang ada,” pungkasnya.

Pun saat peluncuran tari kecak tatanan kehidupan Bali Era Baru di Uluwatu, KutSel, Sabtu (22/8), Gubernur Koster mengatakan untuk memulihkan kondisi pariwisata Bali seperti semula sangat tergantung pada pengelolaan penanganan pandemi Covid-19 . Maka dari itu, Gubernur minta masyarakat secara sadar disiplin dan berkomitmen melaksanakan protkes serta kebijakan pemerintah.

Baca juga :  Krama Desa Adat Demo, Begini Respons GM ASDP Padang Bai

Tujuannya supaya wisatawan merasa nyaman selama berkunjung dan tinggal di Bali yang berada dalam zona hijau. “Karena itu saya sangat berharap agar kita semua komit menjalankan (tatanan kehidupan era baru) ini dengan tertib,” pinta Gubernur.

Untuk itu, Koster minta semua pihak agar tidak terpengaruh terhadap ajakan siapa pun untuk tidak mematuhi prokes. Sebab, menurut Gubernur, jika pembukaan tahap untuk wisdom tidak berjalan dengan baik, maka pariwisata Bali akan kembali mengalami kemunduran. Bila terlaksana dengan baik dan lancar, Gubernur optimis kontraksi ekonomi pada triwulan ketiga dapat diturunkan. “Astungkara pada triwulan keempat sudah lebih baik. Kalau bisa mendekati nol, sehingga tahun 2021 kita mencapai angka pertumbuhan positif. Ini tentu harapan kita bersama,” tandasnya. (gik/yun)

Baca juga :  Antisipasi Potensi Penyebaran Virus Corona, Bandara Lakukan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini