10 Tahun Tempati Rumah Batu Kawasan BKSDA, Pasutri Dipulangkan

0
5
10 Tahun Tempati Rumah Batu Kawasan BKSDA, Pasutri Dipulangkan
BONGKAR - Tim gabungan terdiri dari Dinas Sosial Provinsi Bali, Dinas Sosial Kabupaten Bangli, Satpol PP Bangli dan unsur Kepolisian menertibkan sekaligus membongkar rumah batu yang berlokasi di kawasan KSDA Kintamani, Bangli, Senin (24/8/2020).

Bangli, DenPost

Tim gabungan terdiri dari Dinas Sosial Provinsi Bali, Dinas Sosial Kabupaten Bangli, Satpol PP Bangli dan unsur Kepolisian menertibkan sekaligus membongkar rumah batu yang berlokasi di kawasan KSDA Kintamani, Bangli, Senin (24/8/2020) sekitar pukul 09.30. Rumah batu itu sebelumnya ditempati oleh pasangan suami istri (pasutri) bernama I Repin dan Ni Ketut Budiarsini, asal Banjar Serongga, Desa Songan B, Kintamani.

Menurut informasi, pasutri ini sudah menempati rumah batu tersebut selama 10 tahun. Pihak desa sebelumnya pernah memulangkan mereka ke rumah asalnya, namun tak berselang lama mereka kembali lagi ke rumah batu tersebut.

Baca juga :  Kasat Lantas Polres Bangli Pimpin Tindak Pemotor Tanpa Helm dan Masker

Mereka berdalih dari kalangan kurang mampu, dan tak mampu bertahan hidup jika tinggal di desanya karena tak punya penghasilan. Apalagi istrinya dalam kondisi sakit. Jadi Repin kembali mengajak istrinya tinggal di rumah batu, sementara anaknya tinggal di desa. Dengan tinggal di rumah batu, mereka bisa hidup atas belas kasih (ngemis) warga atau pengunjung yang melintas di kawasan tersebut.

Tak ada perlawanan dari pasutri tersebut saat ditertibkan. Sebelum rumah batu dibongkar, mereka dipulangkan ke Banjar Serongga, Desa Songan B dengan menggunakan mobil patroli SatPol PP Pemda Bangli didampingi Kadus Serongga, Jro Wayan Selamat serta Bhabinkamtibmas Desa Songan B.

Baca juga :  Ny. Koster Dorong Warga Kelola Sampah Berbasis Sumber

Selanjutnya dilakukan pengosongan barang-barang milik Repin dan selanjutnya barang tersebut di serahkan kepada pihak keluarga.

“Pemulangan dan pembongkaran rumah batu oleh petugas dari Dinas Sosial dan BKSDA Kintamani ini merupakan salah satu upaya penertiban tanah negara yang merupakan kawasan yang dilindungi oleh pemerintah. Terlebih rumah batu ini tak layak huni dan sangat berbahaya kalau ditempati warga,” jelas Kadis Sosial Bangli Wayan Karmawan.  (128)

Baca juga :  Diduga Karena Ini, Seorang Warga Kubu Akhiri Hidup dengan Kabel Listrik

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini