Urai Kerumunan di Pasar, Pemkab Karangasem Rancang Ini

0
4
Urai Kerumunan di Pasar, Pemkab Karangasem Coba Rancang Ini
RAPAT - Rapat koordinasi dalam persiapan Pasar Gotong Royong Krama Bali beberapa waktu lalu.

Amlapura, DenPost

Pandemi Covid-19 belum usai. Penerapan protokol kesehatan penting diterapkan. Sayangnya, hal tersebut tak bisa maksimal diterapkan di pasar tradisional yang ada di Karangasem. Khususnya protokol kesehatan dalam menjaga jarak atau tak membuat kerumunan saat jual-beli berlangsung. Mengatasi hal tersebut, Pemkab Karangasem akan berupaya membuat terobosan untuk mengatasi kerumunan yakni dengan menggelar Pasar Gotong-royong Krama Bali, di Lapangan Tanah Aron tiap minggu sekali. Upaya ini diharapkan mampu memecah kerumunan di pasar.

Hal tersebut diungkapkan Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan, I Made Suama. Diwawancarai beberapa waktu lalu, pasar gotong-royong direncanakan akan dimulai awal September nanti. “Di Provinsi program ini dilakukan setiap hari Jumat, di Karangasem akan kita coba laksanakan pada tanggal 4 September 2020. Kita akan evaluasi bagaimana pelaksanaan perdana nanti, baru untuk Jumat berikutnya kita siap adakan lagi,”  tutur Suama.

Baca juga :  Gali Tanah, Warga Labuan Temukan Minyak Seperti Solar

Mengambil lokasi di Lapangan Tanah Aron yang memiliki tempat yang cukup luas, dia berharap bisa mengurai kerumunan di pasar rakyat atau toko swalayan yang berisiko menularkan covid-19. “Tak hanya itu, karena kita awasi penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi dengan harga yang wajar,” imbuhnya lagi.

Lewat pasar gotong-royong ini, lanjutnya, pemerintah daerah ingin memberi bantuan secara langsung bagi UMKM, petani, nelayan dan perajin yang selama ini sulit mendapat tempat memasarkan produk. “Diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pegawai dan karyawan serta kesadaran masyarakat secara bergotong-royong membantu petani, nelayan, rajin dan pelaku UMKM,” harapnya.

Baca juga :  Empat Warga di Kecamatan Manggis Diciduk Gara-gara Ini

Dalam upaya gotong-royong, pemerintah daerah mewajibkan pegawai Pemda, BUMN/BUMD berbelanja. Sedangkan pegawai Pemda berstatus non-ASN bisa berbelanja secara sukarela. “Awal Agustus lalu memang telah kita rapatkan, bagaimana teknis dan persiapan menggelar pasar gotong royong ini agar tetap memenuhi standar protokol kesehatan covid-19. Terkait teknis lainnya, akan disampaikan melalui surat lebih lanjut kepada OPD,” tutupnya. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini