Kekurangan APD, Mas Sumatri Temui BNPB

0
3
Kekurangan APD, Mas Sumatri Temui BNPB
BNPB - Mas Sumatri saat bertemu dengan Kepala BNPB, Doni Monardo.

Amlapura, DenPost

Kasus covid-19 di Kabupaten Karangasem masih terus terjadi. Kondisi ini membuat tenaga medis, khususnya yang bertugas di RSUD Karangasem terbatas Alat Pelindung Diri (APD). Agar mendapatkan bantuan langsung, Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Rabu (25/8/2020) terbang ke Jakarta menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo.

Mas Sumatri menyampaikan beberapa hal yang masih terbatas keberadaannya di RSUD Karangasem di antaranya, ventilator, masker medis, APD premium, masker kain, APD tipe C, handsanitizer, hand scoon dan face shield. Mas Sumatri memilih menyampaikan langsung ke Doni Monardo sebab keterbatasan APD tersebut menjadi salah satu kendala dalam upaya penanganan pasien covid-19 di RSUD Karangasem.

Baca juga :  Jalani Rapid Test, Satu Anggota Satpol PP Karangasem Reaktif

Merespons permintaan Mas Sumatri, Doni Monardo langsung  memerintahkan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Prasinta Dewi, untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam menangani covid-19 di Kabupaten Karangasem. Mas Sumatri didampingi Asisten III pun langsung menyelesaikan persyaratan administrasinya di Jakarta sebelum dikirim ke Karangasem.

“Kepala BNPB berpesan kepada masyarakat Karangasem agar mencegah penularan covid-19 dengan menerapkan pola 3 M, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Saya yakin masyarakat Karangasem pasti mampu tetap disiplin melaksanakan prokes pencegahan covid-19,” kata Mas Sumatri.

Baca juga :  Patroli, Polsek Kubu Masih Temukan Warga "Memengkung"

Untuk diketahui, kasus covid-19 di Kabupaten Karangasem hingga kini masih terus mengalami penambahan. Tak hanya perihal APD, Direktur RSUD Karangasem, I Wayan Suardana, juga sempat menyatakan masalah terbatasnya ruang isolasi dalam penanganan covid-19. Karenanya pihak RSUD terus menambah ruang isolasi dengan memanfaatkan beberapa sal yang semula untuk menangani pasien non-covid-19, beralih menjadi ruang isolasi. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini