Rampungkan Data Penerima BSU, BP Jamsostek Minta Perusahaan Aktif Melapor

2
3
Picsart 08 27 08.20.05
BSU - BP Jamsostek, saat mengikuti penyerahan BSU secara virtual yang diserahkan Presiden RI, Joko Widodo.

Gianyar, DenPost

Pencairan perdana Bantuan Subsidi Upah (BSU) telah berlangsung pada, Kamis (27/8/2020), dan secara bertahap hingga akhir Agustus. Mengevaluasi kebijakan ini, BP Jamsostek terus melakukan penyaringan data berdasarkan data perbankan dan juga berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Penyaringan dilakukan untuk memastikan data pekerja valid, sehingga BSU tepat sasaran.

Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Bali Gianyar, Bimo Prasetiyo, mengatakan pihaknya telah merampungkan 92 persen data Pekerja Penerima Upah (PPU) yang tersebar di Kabupaten Gianyar, Bangli dan Klungkung.

Baca juga :  Gianyar Segera Miliki Perusahaan Air Minum Kemasan Terbesar di Indonesia

“Sampai saat ini, di wilayah kerja kami sudah mengumpulkan data nomor rekening tervalidasi sebanyak 38.849 data atau sudah mencapai 92 persen dari total 42.278 data,” ungkapnya, usai mengikuti penyerahan BSU secara virtual.

Terkait proses validasi yang rigur, pihaknya meminta kepada perusahaan untuk segera, baik yang belum mengirimkan maupun yang melakukan konfirmasi ulang agar mengirimkan kepada BP Jamsostek paling lambat, 31 Agustus 2020.

Baca juga :  Kejari Gianyar Rapid Test Seluruh Pegawai

Dia menambahkan, kehadiran pemerintah melalui BSU ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat pekerja. Dia mengimbau kepada perusahaan agar selalu mendukung dan dapat berkontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan para pekerjanya.

Sementara Kepala Disnaker Gianyar, yang kali ini diwakili Kabid Bina HI dan K3, Nuur Baity, berharap BSU ini dapat dimanfaatkan bagi masyarakat. Sebab, dampak pandemi tidak hanya merugikan kesehatan tetapi mempengaruhi perekonomian di Indonesia. (106)

Baca juga :  Ajukan Sertifikasi Era Baru, Objek dan Usaha Pariwisata Banyak Begini

2 Komnentar

    • kalau semua persyaratannya sudah lengkap, ditunggu dengan sabar aja dulu pak. Di perusahaan kami juga begitu, sebagian ada yang sudah cair, sebagian lagi belum padahal pengajuannya bersamaan. Mungkin trasnfernya bertahap, suksma

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini