Dewan Terima Nota Pengantar Bupati Buleleng Atas Ranperda Perubahan Ini

0
5
Picsart 08 28 06.27.19
SIDANG PARIPURNA - Suasana penyampaian nota pengantar Bupati Buleleng dalam sidang paripurna di DPRD Buleleng, Jumat (28/8/2020).

Singaraja, Denpost

Bupati Buleleng yang diwakili Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan Nota Pengantar atas Rancangan Peraturan Daerah kabupaten Buleleng tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Darah (PAPBD) Tahun Anggaran 2020 pada Rapat Paripurna Dewan, di Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Buleleng, Jumat (28/8/2020).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna, yang dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19. Hadir dalam acara tersebut, Sekda Buleleng, Gede Suyasa, Asisten dan Tim Ahli Bupati, Ketua Komisi-komisi DPRD Buleleng dan para anggota DPRD dan undangan lainnya mengikuti jalanya rapat melalui ruangan masing-masing secara teleconference.

Baca juga :  Balap Liar di Pemaron, Belasan ABG Diamankan Polisi

Dalam nota pengantarnya yang dibacakan Wakil Bupati Buleleng, menyampaikan Ranperda PAPBD Tahun Anggaran 2020 merupakan penjabaran lebih lanjut dari Nota Kesepakatan Bersama, antara kepala saerah dan Pimpinan DPRD tentang Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Buleleng Tahun Anggaran 2020 (KUPA), serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Buleleng Tahun Anggaran 2020 (PPAS-P), sesuai dengan amanat pasal 22 dan 23 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

Baca juga :  Senin, Pemkab Buleleng Kembali Terapkan WFH dan WFO

Lebih jauh disampaikannya, pertimbangan dilakukannya PAPBD Tahun Anggaran 2020, selain pemanfaatan Silpa Tahun Anggaran 2019, juga dalam rangka penyesuaian asumsi kebijakan pendapatan, baik PAD maupun dana transfer ke daerah dan dana desa, serta kebijakan belanja sehubungan terjadinya pandemi Covid-19 yang memerlukan beberapa pergeseran dan penyesuaian.

“Anggaran pendapatan daerah dirancang mengalami penurunan sebesar Rp283,82 miliar lebih atau 12,23 %, sehingga setelah perubahan menjadi Rp2,03 trilyun lebih dari sebelum perubahan sebesar Rp2,32 trilyun lebih,” ucap Wabup Sutjidra.

Baca juga :  ODP di Buleleng Tembus 60, 18 Dipindahkan ke RSP Giri Emas

Ditambahkannya, belanja daerah dirancang mengalami penurunan sebesar Rp238,83 milyar lebih atau 10,18%, sehingga setelah perubahan menjadi Rp2,10 trilyun lebih dari sebelum perubahan sebesar Rp2,34 trilyun lebih. “Pembiayaan daerah yang terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Daerah dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah dalam Perubahan Anggaran ini dirancang mengalami peningkatan sebesar Rp44,99 miliar lebih atau 170,18%, sehingga setelah perubahan menjadi Rp71,43 miliar lebih dari sebelum perubahan sebesar Rp26,43 miliar lebih,” imbuhnya. (118)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini