Pertanian Kini Jadi Penyelamat Perekonomian Bali

0
5
Pertanian Kini Jadi Penyelamat Perekonomian Bali
BUKA PASAR - Gubernur Bali Wayan Koster membuka Pasar Gotong Royong Krama Bali, Jumat (28/8/2020), di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali.

Dangin Puri, DenPost

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), perekonomian Bali mengalami deflasi pada triwulan II, akibat melemahnya minat belanja. Gubernur Bali Wayan Koster menilai kondisi ini merupakan dampak dari anjloknya aktivitas pariwisata. Hal itu karena 53 persen lebih kontribusi perekonomian Bali datang dari sektor pariwisata. Namun dalam posisi pertumbuhan negatif itu, sektor pertanian justru menunjukan pertumbuhan positif meski sangat kecil.

“Artinya apa? Hasil-hasil pertanian kita masih terserap sedikit, karena memang orang masih butuh itu untuk hidup,” ujarnya saat membuka Pasar Gotong Royong Krama Bali, Jumat (28/8/2020), di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali.

Baca juga :  Keluarga Perawat RSUP Sanglah Positif Covid-19, 78 Warga di Perum Pondok Galeria di Rapid Test

Melalui Pasar Gotong Royong Krama Bali, Koster berharap program ini mampu menjadi media yang membantu petani dan perajin dalam ikut memasarkan produk-produk mereka. “Agar ada sarana untuk berjualan yang mempertemukan langsung antara produsen dengan konsumen,” bebernya.

Gubernur berterima kasih atas partisipasi BI Perwakilan Bali yang ikut melaksanakan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 15036 Tahun 2020 tentang Program Pasar Gotong Royong Krama Bali.

Baca juga :  25 Pasien Positif Corona di Denpasar Sembuh

“Kenapa kami bikin (Pasar Gotong Royong)? Karena kita melihat dampak adanya (pandemi) covid-19 ini sudah sangat serius terhadap perekonomian masyarakat di Provinsi Bali. Tidak hanya di Bali, tapi juga di seluruh Indonesia dan dunia,” tegas Gubernur.

Kepada masyarakat, dia mengajak agar dispilin mengikuti segala kebijakan pemerintah dalam melaksanakan protokol kesehatan yang tujuannya guna mempercepat penanggulangan pandemi covid-19. Usahakan selalu mengenakan masker, menjaga jarak fisik dan juga selalu cuci tangan.

Baca juga :  Cegah Penyebaran Corona, Beberapa Banjar di Selanbawak Dipasang Wastafel

Kepala BI Perwakilan Bali, Trisno Nugroho, mengakui terjadi deflasi di Bali, karena permintaan yang lemah. Ini disebabkan produk lokal tak dibeli oleh industri perhotelan akibat dipicu tak adanya kunjungan wisatawan mancanegara. Solusinya perlu mendorong masyarakat agar membeli produk pertanian dan UMKM lokal. “Kegiatan ini diharapkan secara rutin dan berkala, sehingga aktivitas ekonomi Bali dan UMKM terus berjalan,” harapnya. (wir)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini