Kuat Dugaan Langgar Kode Etik, Bawaslu Laporkan Ketua KPU Karangasem ke DKPP

0
6
Picsart 08 30 12.06.58
Ketua Komisi Pemilihan Umum Karangasem, Gede Krisna Adi Widana.

Amlapura,DenPost

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem melaporkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem, Gede Krisna Adi Widana, ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Kamis (27/8/2020). Tindakan ini dilakukan karena Krisna Adi melanggar 2 pasal pelanggaran kode etik KPU tentang memegang jabatan lain selain Ketua KPU.

Ketua Bawaslu Karangasem, Putu Gede Suastrawan, dikonfirmasi Sabtu (29/8/2020), menuturkan dugaan pelanggaran kode etik terungkap berawal dari beredarnya surat undangan Majelis Desa Adat (MDA) Karangasem, beberapa waktu lalu, yang mengajak Majelis Alit Kecamatan Bebandem, Abang dan Kubu mengajak serta kelian adat dan kelian seka teruna untuk audiensi dengan Gubernur Bali.

Baca juga :  Ini Khasiat Arak Rasa Lemon Racikan Petani Arak Laba Sari

Dalam undangan tersebut, terdapat tanda tangan Krisna Adi yang telah berstatus Ketua KPU Karangasem, sebagai penyarikan madya (Sekretaris MDA-red). “Padahal dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan umum, Pasal 21 ayat 1 huruf K telah dengan tegas menyatakan Ketua KPU tidak boleh menjabat di organisasi, baik yang berpayung hukum atau tidak. Tak hanya itu; Pasal 75 ayat 1 huruf K peraturan yang mengatur tata kerja KPU juga dijelaskan tidak boleh menjadi dewan pembina atau dewan pengarah di organisasi kemasyarakatan, baik yang sudah berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum,” jelas Suastrawan.

Baca juga :  9 dari 20 Pasien Positif Asal Karangasem Sembuh

Tak langsung menetapkan, pada Rabu (26/8/2020), pihak Bawaslu sempat memanggil Krisna Adi dan pihak MDA Karangasem untuk mendapat keterangan terkait dugaan menjabat di Seketariat MDA. “Pada, 26 Agustus 2020, telah diplenokan hasil kajian memutuskan merekomendasikan kasus dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua KPU Karangasem yang telah kami teruskan ke DKPP. Kami berani melaporkan karena hasil kajian dan menggali keterangan langsung, kuat dugaan Pak Krisna memang masih menjabat di MDA, ” jelasnya.

Baca juga :  Empat PDP di Karangasem Negatif Covid-19

Sebelumnya, Ketua KPU Karangasem, Krisna Adi, telah menyatakan mengundurkan diri dari MDA Karangasem tahun 2017 lalu. Hingga kini, pihaknya belum dapat dikonfirmasi terkait kejelasan pelanggaran kode etik yang dilakukannya. Kini, pihaknya pun masih bertugas aktif sebagai Ketua KPU Karangasem. Ditemui saat lauching maskot Pilkada, Sabtu (29/8/2020) malam, Krisna menolak dan berjanji akan memberi keterangan di hari selanjutnya. (yun)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini