Penyebaran Covid-19 Meluas, Poli RS Sanjiwani dan Dua Puskesmas di Gianyar Ditutup

0
7
Picsart 08 30 06.46.21
DITUTTUP - Poli di RSUD Sanjiwani Gianyar harus kembali ditutup.

Gianyar, DenPost

Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gianyar, belakangan ini semakin meluas. Atas kondisi ini, sejumlah poli di RSUD Sanjiwani Gianyar harus kembali ditutup. Hal ini dilakukan karena sejumlah tenaga kesehatan (nakes) terpapar Covid-19.

Tidak hanya itu, dua puskesmas di Gianyar yakni Puskesmas Gianyar 1 dan Puskesmas Tampaksiring juga ditutup karena  nakes juga  terpapar Covid-19.
Pengumuman terkait penutupan sejumlah poli dalam sepekan itu, bertuliskan “Pengumuman sehubungan dengan adanya petugas medis terkonfirmasi positif Covid-19, pelayanan poli jiwa, poli anastesi, poli bedah, ok cito dan ok elektif sementara ditutup mulai 29-8-2020 untuk dilakukan sterilisasi ruangan. Pelayanan buka kembali tanggal 3-9-2020. Pengumuman itu, berlatar merah dan tertanda tangan Humas RSUD Sanjiwani.

Baca juga :  Segel Pabrik Tahu dan Tempe Dicopot

Humas RSUD Sanjiwani Gianyar, Anak Agung Gde Parwata, Minggu (30/8/2020), dikonfirmasi mengatakan diberlakukannya penutupan sejumlah poli di RSUD Sanjiwani Gianyar karena adanya petugas medis yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dikatakan poli yang ditutup sementara, yakni poli jiwa, poli bedah, poli anastesi dan OK Elektif. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Atas penutupan pelayanan sejumlah poli RSUD Sanjiwani Gianyar tersebut sudah diinformasikan melalui media sosial rumah sakit. Selain itu juga sudah dipasang pengumuman di beberapa titik di RSUD Sanjiwani Gianyar.

Baca juga :  HP dan Laptop Ditaruh di Ruang Tamu Raib Digondol Maling

Pengumuman sehubungan dengan adanya petugas medis terkonfirmasi positif Covid-19, pelayanan poli jiwa, poli anastesi, poli bedah, OK cito dan ok elektif sementara ditutup mulai 29 Agustus 2020 untuk dilakukan sterilisasi ruangan. Pelayanan buka kembali pada, 3 Seotember 2020. Pengumuman itu berlatar merah dan tertanda tangan Humas RSUD Sanjiwani. Tujuannya agar pasien dan masyarakat yang berencana melakukan kontrol maupun pemeriksaan untuk mencari rumah sakit rujukan lain, atau menunggu hingga waktu yang telah ditetapkan untuk dibuka kembali. (116)

Baca juga :  Hunian Hotel di Ubud Dekati Nol Persen

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini