Berkali-kali Selamatkan Ekonomi Bali, Perajin Terus Disemangati Pemprov

0
4
Berkali-kali Selamatkan Ekonomi Bali, Perajin Terus Disemangati Pemprov
BUKA PAMERAN - Suastini Koster saat membuka Pameran Kerajinan Dekranasda Bali berbasis QRIS BPD Bali, di Bali Funtastic, Tegallalang, Gianyar, Minggu (30/8/2020).

Gianyar, DenPost

Pemerintah Provinsi Bali berupaya terus menjaga produksi kerajinan Bali. Upayanya dilakukan dengan mengajak perajin untuk tetap semangat berkarya. Komitmen itu disampaiakn Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah  Bali, Putu Putri Suastini Koster.

“Semua orang menganggap Bali akan habis karena hanya mengandalkan pariwisata saja. Namun kita masih punya para perajin yang ternyata masih bisa menyelamatkan perekonomian Bali,” ujarnya saat membuka Pameran Kerajinan Dekranasda Bali berbasis QRIS BPD Bali di Bali Funtastic, Tegallalang, Gianyar, Minggu (30/8/2020).

Baca juga :  Mau Dites Cepat, Pasien RSUD Sanjiwani Kabur

Dia menyebut bahwa dalam beberapa peristiwa melesunya perekonomian Bali, perajinlah yang berkali-kali menyelamatkan perekonomian Bali.

“Hal ini tidak lepas dari komitmen kita bersama beserta para pelaku UMKM dan perajin yang memang tidak ingin berdiam diri dan terus berkarya di tengah pandemi ini. Meskipun virus corona melanda, namun para perajin memilih bangkit dan berkontribusi langsung untuk perekonomian Bali,” imbuhnya.

Meskipun keadaan serbasusah saat ini, dia berpesan para perajin tetap memproduksi karya yang berkualitas dan adiluhung, karena itu adalah ciri khas kerajinan Bali. “Jangan hanya tergiur akan biaya produksi yang murah dan laris di pasaran, para perajin menurunkan kualitas bahkan melenceng dari budaya Bali. Itu bisa menghancurkan nilai kerajinan kita,” jelasnya.

Baca juga :  Diduga Berbuat Tak Senonoh Dekat ‘’Beji’’, Dua Orang Diamankan Polisi

Ia menyontohkan, seperti kerajinan tenun ikat dan songket, memang harganya mahal namun para perajin dalam berkarya memakan waktu berbulan-bulan serta menggunakan bahan yang berkualitas. “Belanjalah kepada mereka, meskipun memang agak mahal tapi dengan belanja kepada para perajin, kita tidak hanya membantu perekonomian Bali, namun juga melestarikan hasil kerajinan Bali,” tambahnya.

Dia berharap para perajin bisa menjajal platform digital untuk memasarkan produk serta dalam bertransaksi. “Metode konvensional terus dilakukan namun dibarengi juga dengan metode digital,” pungkasnya. (106)

Baca juga :  Ditolak Tiga RS, Pasien DB Akhirnya Dirawat di RS Payangan

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini