Bawaslu Jembrana Periksa Dua Saksi Terkait Masalah Ini

0
3
Bawaslu Jembrana Periksa Dua Saksi Terkait Masalah Ini
DIPERIKSA - Saksi diperiksa Bawaslu Jembrana terkait dugaan dua oknum PNS yang berpolitik praktis.

Negara, DenPost

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jembrana Senin (31/8/2020) menindaklanjuti laporan dugaan adanya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terlibat politik praktis.

Sebelumnya, pelapor, Putu A sudah melengkapi persyaratan formal dan material laporan sesuai tenggat waktu maksimal tiga hari sejak laporan dibuat pada Rabu (26/8/2020).

Ketua  Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Mulyawan, mengatakan, Putu A melaporkan dua oknum berbeda dengan kecurigaan yang sama. Menindaklanjuti hal tersebut, Bawaslu Jembrana memeriksa  2 orang warga yakni Nyoman Suantaya dan Ketut Panca Bayu (Salome).

Baca juga :  Diduga Terjangkit Virus Corona, Satu Penumpang di Gilimanuk Dirujuk ke Denpasar

“Mereka dimintai klarifikasi terkait postingan dua ASN yang dianggap melanggar terkait netralitas PNS. Jadi hasil krarifikasi akan kami kaji kembali. Setelah lengkap akan dikaji dengan UU yang berlaku,” terang Mulyawan.

Agenda selanjutnya, pada Selasa (1/9/2020) pihaknya akan melakukan klarifikasi pada terlapor. “Kami panggil terlapor Y dan NA untuk melakukan klarifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketut Panca Bayu (Salome), saat dimintai keterangan membenarkan kalau dirinya sebagai warga memberikan klarifikasi. “Saya menjawab 20 lebih pertanyaan terkait dengan netralitas ASN,” jelasnya.

Baca juga :  Hadapi Virus Corona, Kembang Cek Kesiapan RSU

Sebelumnya salah seorang warga  melaporkan oknum PNS terkait dugaan ajakan untuk mendukung salah satu calon. Warga yang melapor ini berinisial Putu A, warga Gilimanuk. Pelapor Putu A datang melapor ke Bawaslu pada Rabu (26/8/2020).

Pelapor, kata Pande Mulyawan datang ke Bawaslu bersama rekannya. Namun hanya Putu A saja yang melapor dan laporannya mengatasnamakan dirinya sendiri atau sebagai pribadi. Sedangkan yang dilaporkan, sambung Pande, terkait kata “ber-Kembang” yang ada di postingan WhatsApp yang diduga milik oknum PNS tersebut. “Kata itu, (ber-Kembang) oleh pelapor dianggap tidak netral,” katanya. (120)

Baca juga :  Membaik, Empat Pasien Covid-19 Tinggal Tunggu Hasil Swab

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini