Sejumlah Warga Kecicang Islam Dikabarkan Alami Gangguan Penciuman, Dinkes Langsung Cek

0
20
Sejumlah Warga Kecicang Islam Dikabarkan Alami Gangguan Penciuman, Dinkes Langsung Cek
GANGGUAN PENCIUMAN – Gapura masuk ke wilayah Kecicang Islam. Sejumlah warga di sana dikabarkan sempat mengalami ganguan penciuman dan pengecapan.

Amlapura, DenPost

Sejak bulan Maret warga di Banjar Dinas Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Karangasem dikabarkan mengalami gangguan penciuman dan pengecapan. Hal tersebut diungkap salah satu tokoh masyarakat Kecicang Islam, Haji Marjuhin. Ia menuturkan gejala tersebut hampir dialami sebagian besar warga sejak awal pandemi Covid-19.

“Sebagian sembuh sendiri dengan obat tradisional bawang putih. Selain itu, beberapa juga ada yang berobat dan menjalani rapid test, tapi hasilnya nonreaktif,” ungkap Marjuhin yang juga merupakan anggota DPRD Karangasem ini. Kendati demikian, warga merasa waswas mengingat hal tersebut merupakan salah salah satu gejala covid-19. “Tapi warga tidak ada batuk, flu atau demam,” katanya.

Baca juga :  Nelayan Ujung Pesisi Kecewa, Dipa Tak Sempat Berdialog Saat Kampanye

Salah seorang warga Kecicang Islam yang enggan menyebutkan nama juga mengaku sempat mengalami gangguan penciuman dan pengecapan. “Kami pakai obat tradisional saja, pakai jamu bawang putih. Tiga hari dipakai pulih kembali,” tuturnya.

Mendapat informasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, Gusti Bagus Putra Pertama, Rabu (2/9/2020) langsung mengecek informasi ke warga Kecicang Islam. Mengajak tim edukasi, tak hanya melakukan penelusuran, Putra Pertama juga mengedukasi warga terkait covid-19, agar warga tak lagi waswas. “Sebenarnya hari ini baru penyelidikan epidemiologi. Jika ditemukan gejala, kami akan laksanakan sesuai tata laksana,” ungkapnya. Dari hasil penelusuran itu, tim menemukan satu warga yang mengalami gangguan penciuman. “Hasil penelusuran hanya 1 yang mengalami gangguan penciuman,” ungkapnya dalam pesan singkat. (yun)

Baca juga :  Ketua KPU Karangasem “Diadili” DKPP

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini