Berkerumun, Pengamen di Perempatan Jl. Mahendradata-Jl. Gatsu Barat Dikeluhkan Warga

0
5
Berkerumun, Pengamen di Perempatan Jl. Mahendradata-Jl. Gatsu Barat Dikeluhkan Warga
BERTEDUH – Enam dari delapan orang pengamen yang beroperasi diperempatan Jl. Mahendradata-Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Barat berteduh sambil duduk di atas tembok saat lampu hijau menyala dari arah barat, Kamis (3/9/2020).

Ubung, DenPost

Sejumlah pengendara mobil dan sepeda motor mengeluhkan maraknya pengamen yang beroperasi di perempatan Jl. Mahendradata-Jl. Gatot Subroto (Gatsu) Barat. Mereka terlihat berkerumun dan mengabaikan protokol kesehatan. Salah seorang pengendara asal Jl. Gunung Andakasa, Denpasar Barat, Made Sumerta, Kamis (3/9/2020) mengatakan, 8 pengamen terlihat duduk-duduk sekitar di perempatan Jl. Mahendradata-Jl. Gatsu Barat, enam di antaranya duduk di atas tembok dan dua temannya turun ke jalan sambil memainkan gitar saat traffic light menyala merah.

Keberadaan pengamen dikhawatirkan bisa menularkan virus corona karena saat turun ke jalan dan bernyanyi mereka otomatis tidak memakai masker. ”Saya tidak memberikan uang agar pengamen tidak ketagihan,’’ kata Sumerta.

Baca juga :  Belum Kantongi Izin, Satpol PP Stop Pembangunan Tower Rooftop

Dia berharap Satpol PP Kota Denpasar maupun intansi terkait lainnya mengambil tindakan tegas terhadap pengamen yang tidak mematuhi protokol kesehatan. “Dengan adanya Pergub Bali dan Perwali Kota Denpasar agar Satpol PP menindak tegas dengan mendenda Rp 100 ribu bagi pengamen yang tidak memakai masker,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan pengendara sepeda motor I Wayan Supika. Warga yang tinggal di Jl. Ken Arok Denpasar ini mengatakan, pengamen yang beroperasi di perempatan jalan berpotensi menularkan virus corona. Apalagi jika tidak menjaga jarak dengan pengendara khususnya pengendara sepeda motor.

Baca juga :  Dit. Resnarkoba Polda Bali Beri Bantuan ke Warga Lanjut Usia dan Penggali Kubur 

Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, saat dimintai konfirmasi, mengaku pihaknya dengan pengamen acapkali kucing-kucingan. “Padahal mereka sudah sempat kami amankan dan bina, kemudian langsung dipulangkan lewat Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Namun mereka kembali lagi datang ke dan beroperasi di jalan,” katanya. (103)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini