Jerinx Dijadwalkan Sidang pada 10 September

0
6
Jerinx Dijadwalkan Sidang pada 10 September
BERI KETERANGAN - Kasi Penerangan Hukum Kejati Bali, Luga Harlianto, saat menyampaikan perihal pelimpahan berkas perkara Jerinx.

Denpasar, DenPost

Setelah pengajuan penangguhan penahanannya ditolak Kejati Bali, tersangka I Gede Ari Astina (44) alias Jerinx tak lama lagi digelar. Hal itu disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Sobandi. Dikatakannya, sidang pertama perkara nomor 828/Pid.Sus/2020/PN Denpasar dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx akan digelar pada Kamis 10 September 2020. “Sidang dilakukan secara virtual dan live streaming,” ungkapnya.

Berkas perkara kasus pencemaran nama baik itu telah dilimpahkan Kejati Bali ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar melalui Kejari Denpasar, Kamis (3/9/2020).

“Secara resmi berkas tersangka Jerinx dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar. Dengan begitu, tersangka tinggal menunggu jadwal dari Pengadilan Negeri Denpasar untuk disidangkan,” kata Kasi Penerangan Hukum Kejati Bali, Luga Harlianto.

Baca juga :  Toko Bangunan di Koripan Terbakar, Pemilik Syok

Menurut Luga, pelimpahan tersebut telah sesuai dengan pasal 137 KUHAP dan Kejati Bali memiliki kewenangan untuk melimpahkan perkara ke pengadilan untuk segera diadili. “Tujuh orang jaksa tangani kasus Jerinx. 4 jaksa dari Kejati Bali dan 3 jaksa dari Kejari Denpasar. Karena telah dilimpahkan, proses penanganan secara administrasi berada di Kejari Denpasar,” ucapnya.

Sementara terkait penolakan penangguhan penahanannya Jerinx, itanya begitu Luga mengatakan, hal itu didasari oleh beberapa pertimbangan. “Karena dalam KUHAP itu diatur secara subjektif dan secara objektif terhadap sebuah penahanan. Begitu pun dalam menilai permohonan. Dan, dari hasil analisa kajian penuntut umum mereka berpendapat bahwa pasal 21 KUHAP terkait syarat subjektif dan objektif masih tetap terpenuhi sehingga permohonan tersebut tidak dapat terima,” paparnya.

Baca juga :  109 Warga Sesetan Jalani Swab, Enam Orang Positif

Meski ditolak Kejati Bali, selanjutnya Jerinx masih mempunyai hak yang sama untuk mengajukan permohonan penanguhan ke hakim di PN Denpasar yang mengadili perkara ini nantinya. “Intinya, pengajuan penangguhan penahanan terhadap Jerinx ditolak karena dia ditakutkan akan mengulangi perbuatannya, menghilangkan barang bukti, kemudian mengulangi tindak pidananya. Jadi kekhawatiran itulah menjadi dasar penuntut umum melakukan kajian dan memilih segera melimpahkan perkara itu ke pengadilan,” tandasnya.

Baca juga :  BPOM Sidak Makanan Berbuka Puasa

Terkait penangguhan penahanan, Juru Bicara Pengadilan Negeri Denpasar, I Made Pasek, mengatakan hal senada. Dikatakannya, Jerinx masih bisa mengajukan penangguhan penahanan kepada majelis hakim. “Soal penahanan itu kewenangan majelis hakim apakah melakukan penahanan atau mengambil sikap lain,” katanya. (124)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini