Wartawan Pertanyakan Sikap Kabid Humas Polda Bali

0
10
Wartawan Pertanyakan Sikap Kabid Humas Polda Bali
SULIT DIKONFIRMASI - Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi yang sulit dimintai konfirmasi wartawan. (DenPost/ist)

Kereneng, DenPost

Organisasi wartawan menyayangkan karena masih ada lembaga yang terkesan tak transparan terhadap informasi publik dan menghindar dari wartawan. Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi, misalnya, kerap menghindar dan terkesan menutup-nutupi setiap kasus yang terjadi di lingkungan Polda Bali.

Sejak menjabat Kabid Humas, perwira melati tiga di pundak ini kerap tertutup dan sulit dihubungi wartawan untukt dimintai konfirmasi berbagai kasus yang ditangani Polda Bali. “Setelah kami tunggu sejak pagi, dia keluar dari ruangannya. Namun begitu melihat wartawan dan hendak kami hampiri untuk diwawancarai, dia langsung pergi menghindar dengan setengah berlari, lalu bergegas naik mobil dinas,” kata seorang wartawan, Kamis (3/9/2020).

Baca juga :  Merasa Diancam, Ismaya Laporkan Anggota Hercules

Kasus yang saat ini ditangani Polda Bali dan hingga kini tidak jelas penangannya yakni dugaan oknum polisi yang memeras warga Jepang di Jembrana.

Mengenai cueknya sikap Kabid Humas Polda Bali ini ditanggapi sejumlah organisasi wartawan di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar dan PWI Bali. Sekretaris AJI Denpasar Yoyo Raharyomenyesalkan sikap Kabid Humas Polda Bali terhadap awak media. “Sebagai pejabat publik, yang dia lakukan itu hal yang konyol. Seharusnya sebagai juru bicara Polda Bali, dia tidak seperti itu. Dia harus berhadapan dengan wartawan,” tegas Yoyo.

Baca juga :  Distan Denpasar Periksa Kesehatan Hewan Kurban

Dia melanjutkan sikap Kabid Humas yang seharusnya menjembatani Polda Bali dengan masyarakat kooperatif karena posisi Polda Bali sebagai instansi publik. “Misalkan jubir tidak bisa diwawancarai, ya mending tidak ada Humas, langsung saja wawancara dengan Kapolda. Kalau begitu, yang harus dipertanyakan Kapoldanya, kenapa bisa punya Kabid Humas seperti itu?” terangnya.

Hal senada diungkapkan Ketua PWI Bali IGMB Dwikora Putra. Menurutnya, di era keterbukaan informasi seperti sekarang, lembaga diharapkan lebih transparan kepada media, kecuali yang sifatnya memang bukan untuk konsumsi publik. “Kalau menutup-nutupi informasi justru bisa berakibat buruk bagi lembaga itu sendiri. Justru ketika didatangi wartawan dan dimintai konfirmasi, kesempatan bagi lembaga untuk memberikan klarifikasi terutama yang dianggap merugikan lembaganya. Begitu juga dengan wartawan, wajib memberikan ruang untuk pemberitaan berimbang,” tegasnya. (yan)

Baca juga :  PPDB 2020 Hari Pertama, Boy Jayawibawa Tekankan Ini

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini